LOCUSONLINE, LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bekerja sama dengan Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Provinsi Lampung menggelar pelatihan Penguatan Kapasitas Penerapan Standar Pertanian Komoditas Tanaman Pangan. Pelatihan ini diadakan di Negeri Baru Resort (NBR) & Hotel Kalianda. Selasa, 27/ 02
Pelatihan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Lampung Selatan Bidang Keuangan, Achmad Herry, dan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Bibit Purwanto. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala BSIP Provinsi Lampung, Rachman Jaya, serta petani, penyuluh, dan petani penangkar peserta pelatihan dari Kabupaten Lampung Selatan.
Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memperkuat kapasitas penerapan standar pertanian tanaman padi dan jagung di 5 kabupaten di Provinsi Lampung. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan penerapan standar pertanian dan produksi padi serta jagung di Provinsi Lampung.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 100 orang, termasuk petani, penyuluh pendamping, dan penangkar benih. Peserta berasal dari beberapa kecamatan di Lampung Selatan, seperti Kalianda, Sidomulyo, Sragi, Palas, Penengahan, Way Panji, Candipuro, Ketapang, dan Bakauheni.
Kepala BSIP Provinsi Lampung, Rachman Jaya, menyebutkan bahwa Provinsi Lampung merupakan salah satu penyangga pangan, terutama dalam produksi beras. Sebagai ibukota negara, 40% kebutuhan tanaman pangan di Jakarta dipenuhi oleh Provinsi Lampung. Lampung Selatan juga merupakan salah satu kabupaten penyangga utama dalam produksi padi.
Rachman Jaya menekankan pentingnya penggunaan benih unggul terstandar dan peningkatan unit penangkaran pembenihan di wilayah-wilayah sentra dan potensi padi untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi. Beliau juga menekankan bahwa pertanian selalu mengalami perubahan dan perkembangan teknologi, sehingga pelatihan ini penting untuk terus memperbarui pengetahuan petani.
Staf Ahli Bupati Lampung Selatan, Achmad Herry, berharap para petani dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan menerapkan standar instrumen pertanian yang telah ditentukan. Melalui pelatihan ini, diharapkan pengetahuan petani tentang standar instrumen pertanian dapat ditingkatkan, sehingga hasil pertanian dapat sesuai dengan harapan.
Laporan: Ridwansyah
Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues