LOCUSONLINE, LOMBOK BARAT NTB – Dengan tajuk “Sucikan Diri, Bersihkan Hati Menuju Ridho Illahi” Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar Syafari Ramadhan 1445 Hijriah , yang berlokasi di Halaman Kantor Kemenag Lobar pada 25 Maret.
Kepala Kemenag Lobar Drs. H. Haryadi Iskandar menjelaskan bahwa Syafari Ramadhan merupakan agenda tahunan Kemenag Lobar sdalam menyiarkan ajaran Islam sekaligus mempererat talisilaturahmi dengan masyarakat.
“Safari Ramadhan tahun ini mengambil tema tentang peningkatan kebersihan diri dan penyucian hati sebagai langkah meraih ridho Allah SWT,” jelas Haryadi.
Lebih lanjut Haryadi mengungkapkan, Ramadhan merupakan bulan suci yang sarat dengan pengampunan dan rahmat dari Allah SWT sebab itu, momentum ini seharusnya kita maksimalkan untuk membersihkan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Syafari Ramadhan Kemenag Lobar diisi dengan berbagi kegiatan mulai dari tausiah agama, penyaluran 500 paket bantuan untuk anak yatim, kaum dhuafa, dan lansia.
Sementara Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz, S.Hi., MH., dalam tausiahnya menyampaikan beberapa hal krusial. Zamroni mengajak seluruh jajaran Kemenag untuk meningkatkan performa dan memperbaiki komunikasi dengan stakeholder, seperti Forkopimda, Tokoh agama, dan Tokoh masyarakat.
Zamroni juga menegaskan Madrasah dan Pondok Pesantren memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mencerdaskan bangsa.
“Jika disuatu daerah tidak memiliki Madrasah dan Pondok Pesantren maka sistem pendidikan di wilayah tersebut akan tertinggal,” tegasnya.
Zamroni sangat mengapresiasi dan memberikan pujian atas toleransi dan moderasi beragama yang terjalin baik di Lombok Barat. Ia mengungkapkan bahwa di Lobar terdapat bermacam agama yang hidup berdampingan dengan rukun dan damai.
“Di Lobar, selain Islam ada penganut Hindu, Budha dan Katolik yang hidup rukun berdampingan, itulah keunikan kita. Rasa hormat dan toleransi beragama selalu ada, relawan moderasi beragama terdapat di setiap desa dan kelurahan di wilayah Lobar,” pungkas Zamroni.
Pewarta: Aziz Syafroni
Editor: Red
Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues