“Jadi kepala daerah seperti bupati atau wali kota itu jangan sampai memiliki pekerjaan ganda. Jangan sampai kekuasaannya digunakan untuk menguasai proyek-proyek pemerintah, karena itu akan menghilangkan harga dirinya sebagai kepala daerah. Jangan sampai bupati merangkap sebagai calo proyek,” tandasnya.
Sosok Calon Bupati Perusak Lingkungan Jangan Dipilih Parpol
Selain itu, sambung Ridwan, jangan sampai sosok yang berpotensi pada perusakan dan eksploitasi lingkungan hidup terpilih menjadi Bupati garut. Salah satu sosok yang tidak diharapkan seperti itu adalah adalah calon bupati yang berpotensi melakukan pengerukan sumberdaya secara ilegal dan ugal-ugalan seperti tambang pasir, perusakan dan pemanfaatan hasil hutan serta pencemaran lingkungan hasil dari limbah industri.
“Partai Politik yang akan mengusung calon bupati harus ekstra hati-hati. Jangan sampai memilih calon-calon yang berpotensi merusak alam. Jangan sampai lingkungan di Kota Garut yang begini indah dan asri bisa rusak karena ulah oknum para pemimpinnya,” terangnya.
Parpol Jangan Sodorkan Sosok Berpotensi Mengindustrialisasi Hukum Sebagai Alat Sandera Pejabat
“Kita juga bersepakat agar Parpol tidak mengusung sosok yang berpotensi cawe-cawe anggaran dan kekuasaan dengan memanfaatkan oknum kekuasaan tertentu dalam kepentingannya. Atau dalam istilah lain dengan menjadikan hukum sebagai alat sandera dan mengindustrialisasi hukum demi kepentingan cawe-cawe anggaran dan kekuasaan,” beber Ridwan.
Harapkan Pilkada Garut Aman dan Kondusif
Sementara itu, H. Delit Suparman juga berharap agar pemilu kada 2024 di Garut dapat berjalan demokratis, aman dan kondusif.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues













