Kamis, 4 Juni 2026

LBH Al-Bantani Laporkan Nanang Ermanto ke Polda Lampung Terkait Dugaan Korupsi

Photo Author
Ridwansyah Yusuf, Locusonline.co
- Kamis, 13 Februari 2025 | 10:20 WIB
Foto; Ilustrasi
Foto; Ilustrasi

LOCUSONLINE, LAMPUNG SELATAN - LBH Al-Bantani Laporkan Nanang Ermanto: Dugaan keterlibatan Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dalam kasus dugaan korupsi kembali mencuat. LBH Al-Bantani berencana melaporkan Nanang ke Polda Lampung terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus tipu gelap yang melibatkan mantan terpidana Akbar Bintang Putranto (ABP).

Dr. Januri, SH.,MH, pentolan advokat Al-Bantani, menyatakan bahwa Nanang diduga kuat telah terlibat dalam tindak pidana korupsi.

"Nanang diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi. Agar perkara ini terang benderang, kami akan laporkan ke Polda Lampung," tegas Januri kepada sejumlah awak media, Selasa (12-2-2025).

Januri menjelaskan bahwa dugaan korupsi yang akan dilaporkan terkait dengan kasus tipu gelap yang melibatkan mantan narapidana Akbar Bintang Putranto (ABP) yang telah menjalani proses hukum di LP Rajabasa Tanjung Karang selama 1,5 tahun.

"Dalam fakta persidangan, terdakwa Akbar Bintang Putranto menerima uang sebanyak Rp. 2,5 M dari Yusar Riyaman Saleh untuk dapat duduk menjabat Kepala Dinas PU Lampung Selatan. Selain Nanang Ermanto, kami juga akan melaporkan Yusar Riyaman Saleh," ungkap Januri.

Putusan perkara 467/Pid.B/2023.PN.Tjk dalam pertimbangan hakim menyebutkan memerintahkan Polri untuk mengembangkan perkara Akbar Bintang Putranto, yang disebut ada keterlibatan pihak lain.

"Ada pihak lain yang harus bertanggung jawab yang juga menikmati uang tindak pidana dalam perkara tersebut, maka dirasa tidak adil jika hanya Terpidana Akbar Bintang Putranto yang mendapatkan pidana," ungkap Januri.

Januri menunjukkan amar putusan hakim yang memerintahkan Kepolisian Republik Indonesia untuk mengembangkan perkara tipu gelap ini, demi terciptanya keadilan dan persamaan di muka hukum.

Adi Yana SH, pengacara profesional lainnya, menambahkan bahwa Nanang Ermanto dan Yusar Riyaman Saleh diduga menikmati aliran uang tersebut.

"Fakta persidangan sudah jelas, bukti-bukti keterlibatan Nanang Ermanto dan Yusar dalam pusaran korupsi sangat kuat. Apalagi ini berdasarkan putusan pengadilan," ungkap Adi Yana.

Adi Yana menegaskan bahwa kali ini Nanang Ermanto dan Yusar Riyaman Saleh tidak dapat menghindar dari jeratan hukum.

"Kami yakin pihak Polri akan tetap profesional dalam menindaklanjuti perkara ini," tutup Adi Yana.

Pewarta: Ridwansyah

Editor: Bhegin

Editor: Ridwansyah Yusuf

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X