LOCUSONLINE, GARUT – Viral, seorang ibu di Garut curhat anaknya yang masih kecil diduga korban pelecehan seksual (asusila) oleh kakek temannya melalui akun media sosial Facebook PERMANA NUR HIDAYATULLAH. Pasalnya ia menceritakan anaknya yang mengalami sakit di daerah kemaluannya dengan wajah sedih dan menangis.
Ibu dari seorang anak yang masih kecil (dibawah umur) ini mendengarkan keluhan anaknya yang mengalami kesakitan pada bagian kemaluannya. Setelah mendengar keluhan anaknya itu, dengan wajah sedih dan di upload melalui media sosial Facebook sampai Part 10. dia juga menceritakan kronologi mulai dari mencari tahu kepada tetanga hingga mengetahui penyebab sakitnya pada bagian kemaluan anaknya yang dibawah umur tersebut.
“awalmulanya tangal 16 Januari 2025 jam 12.00 WIB anaknya mengeluh dan merasakan kesakitan pada bagian kemaluannya, sambil menangis. Selanjutnya ibu tersebut membuka celananya, dan mendoakan karena bapaknya tidak ada di rumah sedang mencari nafkah di kota,”
Baca juga :
Saksi Sidang Praperadilan SP3 Dugaan Kasus Korupsi Reses dan BOP DPRD Garut 2014-2019, Yogi Iskandar: Kata Kasie Intel Dodi Bukan Karena Laporan Tapi Temuan Kejaksaan
Dugaan Pungli Oleh Oknum Kejari Garut, Asep Muhidin Ingatkan Kejaksaan Temuan Dugaan Korupsi Jogging Bukan Hasil Pemeriksaan Reguler BPK dan Inspektorat Tetapi Karena Laporan Warga
Lalu, lanjut sang Ibu, pada tanggal 20 Januari 2025 bapaknya pulang, lalu ibu itu menyampaikan kepada bapaknya kalau kemaluan anaknya memar dan ada robekan sedikit, sontak ibu tersebut kaget karena pada waktu dilihat sbelumnya hanya bagian luar, tidak ke bagian dalam.
Besoknya tanggal 21 Januari 2025, anak tersebut dibawa ke Bidan, lalu bidan bertanya kenapa ini kemaluan anaknya seperti ada benda yang masuk?, lalu sang bidan menyarankan untuk dibawa ke Puskesmas karena harus di Visum. Tak lama dari situ, lalu dibawa ke Puskesmas dan meyampaikan kepada petugas Puskesmas bahwa anaknya yang masih kecil (usianya sekitar 3 tahun) itu harus di visum, karena kata Bidan yang pertama memeriksa harus di Visum.
Setelah itu, petugas puskesmas menjelaskan kalau di visum harus ada surat izin dari kepolisian, lalu dirinya dan suami anak itu bingung, karena pastinya Polisi pasti bertanya kenapa minta di visum. Karena bingung lalu ibu dan bapak anak itu pulang dan hanya meminta obat penghilang rasa nyeri karena bingung tidak mengetahui anaknya itu kenapa bisa sakit dan adanya robekan dna kenapa bidan menyarankan harus di visum.
Baca juga :
Viral Jaksa Penyelidik Temukan Kerugian Dugaan Korupsi Reses Dan BOP DPRD Garut Capai Rp. 180 Milyar, Tapi Kajari Garut Terbitkan SP3?
Oknum Anggota DPRD Garut Kembali Disebut Terima Uang Inbreng dari Korupsi BIJ, Kejaksaan Tinggi Jabar Diduga Tutup Mata
Selanjutnya keluarga ibu itu pulang dan berencana mencari tahu kepada teman bermainnya, dan tidak ada sangkaan buruk, mungkin sedang bermain dengan temannya tertusuk tidak sengaja. Setelah menanyakan kepada teman-temannya, tidak ada yang mengetahui kenapa anak SD ibu itu sakit kemaluannya.
Lalu pada tanggal 27 Januari 2025, saya menemui ibu dari anak-anak temannya yang rumahnya tidak jauh meminta tolong dan menceritakan keluhan kalau anaknya kesakitan pada daerah kemaluannya.
Ibu korban dan tetangganya akhirnya menemukan titik terang setelah ada teman anaknya yang masih berusia sekitar 3 tahun itu mengajak bermain anak tetangganya namun disampaikan tidak akan bermain.
Tetangganya itu menceritakan, menahan anaknya agar tidak keluar rumah lantaran sang anak pernah mengaku pakaiannya dibuka oleh seseorang.
Lalu sang ibu bertanya kepada teman anak tetangganya dan ternyata tahu kejadian kemaluan anaknya yang masih kecil itu kemaluannya sakit.
Baca juga :
Dugaan Aliran Dana Korupsi BIJ Garut Menjangkau Oknum Bagian Hukum Pemda: Kejaksaan Didorong Tindak Tegas
Jaksa Agung Bohong!, Kejari Garut Perbolehkan Jaksa Langgar SOP Penanganan Korupsi Karena diskresioner?
“Neng geulis (neng cantik) apakah tahu kenapa kemaluan anak saya sakit, lalu sang anak teman bermain itu menganggukkan kepalanya. Saya syok, ternyata anak itu tahu bahwa anak saya luka, saya juga kaget ketika ada tetangga saya yang mengaku hal yang sama," bebernya dalam unggahan video.
Diketahui, orang yang diduga melakukan dugaan asusila adalah kakek dari teman korban bermain.
"Saya coba tanya lagi temannya anak saya itu, benar yang melakukan itu adalah kakekmu? dia kemudian mengiyakan."
Sontak sang ibu yang masih berada di rumah temannya itu kaget, dan mengabari ibu yang punya rumah itu, sang ibu teman korban pun agar coba ditanyakan lagi.
"Saya kaget, langsung gemetar ingin menangis," bebernya.
Sang ibu kemudian mencari tahu peristiwa tersebut dengan melibatkan linmas desa mendatangi rumah terduga pelaku dengan maksud mencari kebenaran atas peristiwa yang menimpa anaknya.
Baca juga :
“Badai Besar” Oknum Petinggi Jaksa Intervensi Kasus Dugaan Korupsi Joging Track di Garut ??
Bangunan PT. Ultimate Noble Indonesia Garut Ambruk, Vendor Gelontorkan Uang Rp. 200 Juta Ke Desa?
Namun setelah mendatangi rumah terduka pelaku, tidak membuahkan hasil. Hanya kemudian ia disuruh untuk melakukan pengobatan terhadap anaknya.
"Saya di situ tak banyak bicara, karena situasinya rame (tidak kondusif)."
"Yang bikin saya sakit hati adalah ucapan pihak keluarga terduga yang bilang bahwa jika terduga pelakunya, nanti biaya berobat akan ditanggung berdua," ceritanya.
Kemudian, sang ibu menceritakan meminta bantuan apparat TNI-Polri, di desanya yang biasa suka ada untuk melakukan visum, hingga akhirnya ibu itu telah resmi melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.
Polsek sekitarnya menyarankan agar dibawa ke Polres dan didampingi oleh unit perlindungan Perempuan dan anak.
Baca juga :
Babak Baru Dugaan Korupsi BOP dan Reses DPRD Garut, Plt Setwan DPRD: Kemungkinan Kecil LPJ DPRD Tidak Ada
Kejari Garut Terima Dana Rp. 11 Milyar, GLMPK : Asta Cita Presiden Prabowo Subianto Tidak Berlaku Di Kejari Garut?
"Di Polres anak saya ditemani polwan, ditanya dan anak saya akhirnya mengakui siapa pelakunya, sampai tiga kali anak saya bilang pelaku kakek itu," ceritanya.
Ibu itu pun dengan haru berlinang air mata meminta keadilan kepada pihak penehgak hukum (Polisi), karena siapa yang tega seorang ibu apabila anaknya mengalami hal yang demikian.
Hingga berita ini ditayangkan, tim Locus Online masih berusaha mencari informasi dari pihak Polres Garut terkait kebenaran adanya laporan sang ibu tersebut. (Asep/Red.01)