LOCUSONLINE, SURABAYA – Bareskrim Geledah Kantor PTPN XI: Kasus dugaan korupsi dalam proyek revitalisasi dan modernisasi Pabrik Gula Assembagoes di Situbondo kembali menjadi sorotan. Tim penyidik Korps Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI di Surabaya pada Rabu (12/3/2025).
Penggeledahan ini bertujuan mengumpulkan bukti terkait proyek yang telah memasuki tahap penyidikan.
Penyidik mengamankan sekitar 109 item dokumen yang tersimpan dalam empat boks kontainer. Mereka tiba di kantor PTPN XI sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung menuju ruangan di lantai dua. Penggeledahan berlangsung hingga sore hari.
Kepala Korps Tipikor Bareskrim Polri, Irjen Pol. Cahyono Wibowo, menyatakan adanya indikasi penyimpangan yang merugikan keuangan negara dalam proyek senilai Rp716,6 miliar ini. Proyek yang berlangsung antara 2016 dan 2022 ini menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp650 miliar dan pinjaman lebih dari Rp462 miliar. Namun, proyek tersebut gagal mencapai target kapasitas giling, kualitas produk, dan produksi listrik untuk ekspor.
"Kerugian negara dalam proyek ini sekitar Rp716,6 miliar. Proyek yang berlangsung antara 2016 dan 2022 ini menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp650 miliar dan pinjaman lebih dari Rp462 miliar," paparnya.
Kontraktor utama, KSO Wika-Barata-Multinas, juga dinilai tidak melibatkan ahli teknologi pengolahan gula. PTPN XI akhirnya memutus kontrak setelah pembayaran mencapai 99,3% dari nilai kontrak.
Penyidik masih melakukan pendalaman kasus dan belum menetapkan tersangka. Namun, kasus ini menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi menghambat upaya pemerintah mencapai swasembada gula pada 2028.
Baca Juga :Setelah Sidak ke Lokasi Jogging Track, Dua Aktivis Anti Korupsi Minta Wakil Bupati Garut Sidak ke Stadion Bola yang Menjadi Temuan BPK Rp 1,2 Miliar Lebih
Ditmpat terpisah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada gula pada 2028. Strategi yang diterapkan meliputi peningkatan produktivitas tebu, perluasan area perkebunan, peningkatan efisiensi pabrik gula, dan peningkatan kesejahteraan petani tebu.
"Pemerintah menargetkan produksi bioetanol minimal 1,2 juta kiloliter pada 2030. Saat ini, terdapat 59 pabrik gula aktif di Indonesia (40 BUMN dan 19 swasta) dengan kapasitas terpasang 324.350 TCD," jelas Agus Gumiwang.
Pemerintah juga berupaya mengantisipasi fluktuasi harga gula menjelang Ramadan dan Idulfitri dengan memperkuat stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Pengadaan Gula Kristal Mentah (GKM) dari luar negeri dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, tanpa mengabaikan kepentingan petani. Per 12 Februari 2025, stok CPP gula mencapai 34 ribu ton, namun hanya mencakup sekitar 14,47% dari kebutuhan bulanan.
Dugaan korupsi dalam proyek revitalisasi Pabrik Gula Assembagoes menjadi ancaman serius bagi upaya pemerintah mencapai swasembada gula. Kasus ini perlu ditangani secara tuntas untuk mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar dan memastikan terwujudnya target swasembada gula nasional.
Editor: Bhegin