Kamis, 4 Juni 2026

Mobil Listrik, Ini Kelebuhan Dan Kekurangannya

Photo Author
locusonline, Locusonline.co
- Rabu, 7 Mei 2025 | 07:25 WIB
Foto : ilustrasi mobil listrik
Foto : ilustrasi mobil listrik

LOCUSONLINE.CO - Mobil listrik semakin populer sebagai alternatif ramah lingkungan untuk kendaraan konvensional. Namun, sebelum memutuskan untuk beralih, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangannya, terutama dalam konteks Indonesia.
Baca juga :

Terdakwa Koruptor Bank Intan Jabar Garut (BIJ) Dituntut 12 Tahun Penjara, GLMPK Desak Kejati Jabar Usut Cabang Lainnya

Oknum Anggota DPRD Garut Kembali Disebut Terima Uang Inbreng dari Korupsi BIJ, Kejaksaan Tinggi Jabar Diduga Tutup Mata

Kelebihan Mobil Listrik

  1. Ramah Lingkungan
    Mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang seperti CO₂, membantu mengurangi polusi udara dan dampak perubahan iklim.

  2. Biaya Operasional Lebih Murah
    Mengisi daya mobil listrik lebih ekonomis dibandingkan membeli bensin. Misalnya, biaya pengisian daya mobil listrik sekitar Rp2.554 per kWh, jauh lebih murah dibandingkan biaya bensin.

  3. Perawatan Lebih Sederhana
    Mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak, sehingga tidak memerlukan penggantian oli, busi, atau perawatan mesin internal lainnya.

  4. Suara Mesin Lebih Senyap
    Tanpa mesin pembakaran, mobil listrik menawarkan pengalaman berkendara yang lebih tenang dan nyaman.

  5. Insentif Pajak dan Bebas Ganjil-Genap
    Pemerintah memberikan insentif berupa penghapusan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) hanya sebesar 10 persen. Selain itu, mobil listrik di DKI Jakarta bebas dari aturan ganjil-genap.


Baca juga :

Mantan Bupati Garut Terseret Kasus Dugaan Tipikor Bank Intan Jabar, Ariel James: Ada Keterangan

Kajati Jabar Berganti, Koruptor Jogging Track Garut Dilindungi??

Kekurangan Mobil Listrik

  1. Harga Beli Masih Tinggi
    Harga mobil listrik di Indonesia masih relatif tinggi. Misalnya, DFSK Gelora E dijual sekitar Rp469 juta, sementara Hyundai Kona dan Ioniq di kisaran Rp600 juta.

  2. Infrastruktur Pengisian Daya Terbatas
    Jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih terbatas, terutama di luar kota besar. Hal ini menyulitkan pengguna untuk melakukan perjalanan jarak jauh tanpa khawatir kehabisan daya.

  3. Waktu Pengisian Daya Lama
    Pengisian daya mobil listrik memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan pengisian bahan bakar konvensional. Pengisian melalui wall charger bisa memakan waktu 5-6 jam, sementara di SPKLU dengan fast charging membutuhkan 1-2 jam.

  4. Biaya Penggantian Baterai Mahal
    Baterai merupakan komponen utama mobil listrik dan memiliki harga yang cukup mahal. Misalnya, harga baterai Hyundai Ioniq 5 mencapai sekitar Rp.400 juta atau lebih.

  5. Dampak Lingkungan dari Produksi Baterai
    Meskipun mobil listrik tidak menghasilkan emisi langsung, produksi baterai litium-ion memerlukan energi dan bahan baku yang dapat berdampak pada lingkungan.


Baca juga :

Pelapor Dugaan Gratifikasi Komisioner KPU Jabar Minta Kepastian Hukum dari Polda Jabar Jelang Pilkada

Desa Malangbong Raih Penghargaan Pengelolaan Keuangan Desa Terbaik dari BPKP Jabar

Mobil ini menawarkan berbagai keuntungan, terutama dalam hal efisiensi energi dan ramah lingkungan. Namun, tantangan seperti harga beli yang tinggi, infrastruktur pengisian daya yang terbatas, dan waktu pengisian yang lama perlu dipertimbangkan.

Sebelum memutuskan untuk beralih, pastikan untuk mengevaluasi kebutuhan dan kondisi anda, serta kesiapan infrastruktur di daerah Anda. (Asep)

Editor: locusonline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X