Kamis, 4 Juni 2026

Kekhawatiran Publik Praktik Verifikasi Biometrik Pemindaian Retina, Kemkomdigi Tinjau Kebijakan Privasi World App

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Sabtu, 10 Mei 2025 | 11:33 WIB
Foto Ilustrasi locustoons
Foto Ilustrasi locustoons

LOCUSONLINE, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah meninjau ulang kebijakan privasi dan kepatuhan hukum dari Tools for Humanity (TFH), pengembang aplikasi mata uang kripto World App atau Worldcoin, menyusul kekhawatiran publik atas praktik verifikasi biometrik yang melibatkan pemindaian retina. sabtu, 10 Mei 2025

Apa yang dilakukan Kemkomdigi? Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, mengatakan pihaknya telah memanggil perwakilan TFH pada Rabu, 7 Mei 2025, untuk meminta penjelasan terkait operasional tiga layanan mereka, yaitu World App, Worldcoin, dan World ID.

Mengapa klarifikasi diminta? Kemkomdigi mencermati praktik verifikasi retina yang dilakukan TFH dengan imbalan uang hingga Rp800 ribu. Hal ini menimbulkan kekhawatiran soal keamanan dan pelindungan data biometrik sensitif, khususnya terkait privasi pengguna di Indonesia.

Apa yang dibahas dalam pertemuan? Alexander menyebut pembahasan meliputi alur bisnis TFH, ekosistem produknya, prosedur pemindaian retina, pemenuhan kewajiban sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), hingga regulasi perlindungan data pribadi—termasuk perlindungan data anak.

Baca Juga :


UCJ Fest 2025: Sinergi Kreatif Wujudkan Perlindungan Sosial bagi Pekerja Media dan Digital



Bagaimana sikap Kemkomdigi? Kemkomdigi akan melakukan evaluasi internal berdasarkan klarifikasi yang diterima, termasuk menelaah kebijakan privasi TFH dan menganalisis teknis aplikasinya. Keputusan resmi pemerintah terkait hal ini akan diumumkan dalam waktu dekat.

Apa tindakan sementara yang diambil? Pemerintah telah membekukan sementara Tanda Daftar PSE untuk layanan World App sebagai langkah pencegahan potensi risiko terhadap masyarakat. Selain itu, TFH juga disebut telah menghentikan seluruh aktivitas pemindaian retina di Indonesia.

Siapa yang terdampak? Kebijakan ini berdampak pada enam operator lokal yang sebelumnya menjalankan pemindaian retina untuk TFH, serta masyarakat yang telah atau berniat mengikuti proses verifikasi digital tersebut.

Bagaimana konteks globalnya? Di luar Indonesia, sejumlah negara juga telah menangguhkan atau membatasi layanan Worldcoin karena kekhawatiran serupa terkait privasi dan penggunaan data biometrik untuk membangun identitas digital global.(AA Syah)

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X