“Hingga saat ini, tersisa 421 KPM yang belum diverifikasi. Namun kami optimistis akan segera tuntas 100%,” jelas Aji.
Ia merinci sejumlah kecamatan yang masih berada di bawah angka sempurna, seperti Karangpawitan (99,69%), Banjarwangi (99,19%), Cikelet (99,77%), Cigedug (98,41%), Bungbulang (98,39%), Cikajang (98,35%), serta Pakenjeng dan Limbangan masing-masing 98,6%.
Aji juga menyoroti dedikasi para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di lapangan. Salah satu contohnya adalah Kecamatan Cisewu yang meski hanya memiliki tiga pendamping untuk sembilan desa, berhasil menyelesaikan verifikasi 100% dan menempati posisi ke-13 secara keseluruhan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada para Camat dan pendamping PKH atas komitmennya. Bahkan, meski ada daerah dengan capaian kecil, pendamping tetap turun langsung ke lapangan tanpa perlu diberikan sanksi atau surat peringatan,” ungkap Aji.
Rakor ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mewujudkan basis data sosial ekonomi yang valid dan menyeluruh, guna mendukung program pembangunan dan perlindungan sosial di Kabupaten Garut. (BAAS/Nuroni)













