Kamis, 4 Juni 2026

Inovasi Pendidikan SD Al-Muhajirin: Latih Kemandirian Siswa Lewat Pasar Mini dan Daur Ulang Limbah

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Selasa, 17 Juni 2025 | 17:16 WIB
Foto istimewa
Foto istimewa

LOCUSONLINE, PURWAKARTA — SD Plus 3 Al-Muhajirin Purwakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi mandiri dan kreatif lewat integrasi pembelajaran life skill, kesehatan, dan kewirausahaan. Hal itu tercermin dalam kegiatan Market, Healthy & Exhibition Day yang digelar pada Selasa (17/6/2025) di Jalan Ipik Gandamanah No. 33, Ciseureuh, Purwakarta.

Berbeda dari program serupa di sekolah lain, kegiatan ini bukan hanya pasar mini biasa. Dalam event tersebut, siswa dilatih langsung menjadi pelaku usaha — mulai dari kasir, promotor, hingga marketing — menggunakan sistem voucher untuk transaksi. Lebih dari 350 siswa dari kelas 1 hingga 5 terlibat aktif, tanpa dominasi orang tua yang hanya bertindak sebagai pengamat.

“Kami ingin siswa belajar mandiri, karena inti dari program ini adalah pembentukan karakter dan soft skill,” ujar Ketua Pelaksana, R. Cory Nuracman S., S.Pd., Gr.

Menurut Cory, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi efektivitas pembelajaran keterampilan hidup di kelas. Ke depan, pihak sekolah berencana melibatkan komunitas luar agar siswa bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan ini juga memadukan aspek kesehatan dengan menggelar senam pagi bersama (Healthy Kid) dan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti cek golongan darah, mata, dan telinga. Siswa turut memamerkan karya inovatifnya, salah satunya adalah pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci tangan dan lilin aromaterapi — bukti nyata penerapan pendidikan lingkungan.

Kepala SD Plus 3 Al-Muhajirin, Wahyudin, M.Pd., menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan kegiatan dengan sejumlah penyempurnaan. Salah satu perubahannya adalah pengurangan peran orang tua untuk meningkatkan kemandirian siswa.

“Visi kami jelas: mencetak lulusan yang unggul sebagai ulama (beriman), pengusaha (berwirausaha), dan akademisi (berilmu),” tegas Wahyudin.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini bukan untuk mencari keuntungan finansial, melainkan memperkuat kemampuan siswa dalam berkomunikasi, berhitung, dan bernegosiasi — keterampilan penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

“Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga tangguh secara mental, fisik, ekonomi, dan spiritual,” tutup Wahyudin.

Dengan pendekatan menyeluruh yang memadukan pembelajaran praktis dan karakter, SD Plus 3 Al-Muhajirin membuktikan bahwa pendidikan bermutu tak selalu harus bergantung pada kurikulum konvensional. Sekolah ini layak menjadi contoh dalam upaya membentuk generasi muda yang mandiri dan peduli lingkungan. (Laela)

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X