Kamis, 4 Juni 2026

Gunung Guntur Belum Batuk, Tapi Semua Sudah Berteriak: Gladi Resik Panik Nasional

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Jumat, 11 Juli 2025 | 14:27 WIB
Puncak Gunung Gutur, Foto Istimewa
Puncak Gunung Gutur, Foto Istimewa

LOCUSONLINE, GARUTGunung Guntur masih tenang, belum batuk, belum bersin, apalagi muntah lahar. Tapi Pemerintah sudah bersiap seperti mau perang dunia. Di Lapangan Yayasan Al Farisi, Tarogong Kaler, Kamis (10/7/2025), digelar simulasi darurat yang megah dan rapi—karena kalau tidak sekarang, kapan lagi bisa ramai-ramai lari-larian tanpa bencana sungguhan?

Simulasi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional. Kegiatan digawangi oleh BPBD Kabupaten Garut yang merasa terhormat jadi tuan rumah simulasi erupsi Gunung Guntur—gunung yang lebih sering jadi latar foto pendaki dibandingkan sumber malapetaka.

Kalak BPBD Garut, Aah Anwar, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman seluruh pihak terhadap penanggulangan bencana, karena katanya, "lebih baik siap sebelum meledak, daripada bingung setelah meledak."

Dengan jargon keramat "pentahelix" (Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Komunitas, dan Masyarakat), simulasi ini berhasil menghadirkan kerjasama lima arah, tapi arah evakuasinya tetap satu: ke lapangan terbuka. Semua pihak diberi “item-item” tugas masing-masing agar paham peran—meskipun bencana sebenarnya belum tentu sesuai skenario PowerPoint.

"Kalau erupsi sungguhan, kita nggak panik, kita tahu harus ke mana," tegas Aah. Setidaknya dalam teori.

Baca Juga :


Mendes PDTT Pesta Seremonial Anti-Narkoba di Desa Sancang: Pelabuhan Tikus Diobati dengan Tes Urine Massal



Turut hadir, Kalak BPBD Jawa Barat, Teten AME, yang menjelaskan detail gladi: dari “letusan imajiner” hingga rute pengungsian sesuai klaster. Ada logistik, ada kesehatan, ada pencarian. Semua dicatat dan dikawal—kecuali lava sungguhan, karena belum datang.

Teten juga menyebut semua daerah di Jawa Barat sudah punya rencana kontinjensi. Tahu titik aman, tahu yang harus dilakukan. Cuma satu yang belum pasti: apakah warga bakal ingat semua itu di tengah kepanikan massal.

Gunung Guntur dipilih bukan karena sedang mengancam, tapi karena letaknya strategis—dekat permukiman. Dalam dunia mitigasi, kedekatan dengan bahaya dianggap peluang pelatihan. Teten mengingatkan bahwa Gunung Guntur adalah satu dari tujuh gunung aktif di Jawa Barat yang perlu “diwaspadai dengan tenang”.

Masyarakat pun diminta jangan panik. "Selamatkan diri dulu, jangan mikirin konten dulu," pesannya, dengan harapan warga lebih dulu mencari titik evakuasi ketimbang membuka TikTok saat sirene dibunyikan.

Tak lengkap rasanya jika tak ada penghargaan. BPBD Kabupaten Garut kebagian piagam dari BPBD Provinsi karena berhasil menurunkan indeks risiko bencana dari tinggi ke sedang—sebuah capaian simbolik yang mudah dicetak, meski kesiapsiagaan riilnya tetap diuji saat bencana betulan datang tanpa gladi.

Sementara Gunung Guntur masih adem, warganya dipersiapkan untuk neraka kecil di lapangan terbuka. Meski lava belum mengalir, yang penting skenario sudah mengalir lancar. Di Indonesia, kesiapsiagaan bencana kadang lebih teatrikal dari bencananya sendiri. Tapi hei, kalau bencana datang, setidaknya kita sudah punya piagam. (Suradi/Bhegin)

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X