Petugas PATEN bernama Asep juga turut menyumbang narasi manis. Ia menyatakan bahwa layanan seperti KTP dan KK bisa selesai dalam sehari. Meski begitu, ia buru-buru menambahkan disclaimer: “Kalau akta lahir tetap harus ke Disdukcapil.” Sebuah keseimbangan antara janji instan dan realita ribet khas birokrasi lokal.
Asep juga menyebut bahwa peningkatan jumlah pengurus administrasi disebabkan oleh program “roadshow” dari Bupati dan Wakil Bupati. Sayangnya, ia tidak menjelaskan apakah roadshow itu juga membawa serta printer, scanner, atau hanya sekadar seremoni bersalaman dan foto bersama di tenda biru.
Kesimpulannya, pelayanan PATEN di Leles kini mengalami “peningkatan”—baik dalam jumlah pengunjung maupun jumlah kalimat manis yang diucapkan petugas. Apakah ini pertanda efisiensi atau sekadar antrean yang lebih panjang dengan senyum yang lebih lebar? Warga masih menunggu jawabannya… dengan map berisi fotokopi KTP dan KK yang sama sejak tiga minggu lalu. (Nuroni)

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”