Pihak keluarga korban sudah meminta publik tak berspekulasi. Namun, publik juga tak bisa tinggal diam ketika kematian siswa menjadi fenomena berulang, yang selalu dijawab dengan olah TKP, rapat evaluasi, dan siaran pers kosong.
Sekolah memang disebut sebagai “rumah kedua”, tapi jika rumah pertama membuat anak nyaman dan rumah kedua membuatnya ingin mengakhiri hidup, barangkali rumah itu perlu direnovasi total—atau diganti pengurusnya.
Selamat datang di dunia pendidikan kita,
di mana tindakan selalu datang setelah tragedi,
dan kata “evaluasi” lebih cepat ditulis daripada nyawa diselamatkan. (Bhegin)

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”