ArtikelJawa BaratLifestyleNewsPemerintahPendidikan

Pendidikan Emosional: Mati Suri di Ruang Kelas

bhegins
×

Pendidikan Emosional: Mati Suri di Ruang Kelas

Sebarkan artikel ini
Anak sekolah bullying
Ilustrasi

Siswa ini mungkin telah pergi, tapi ia meninggalkan satu catatan penting: ia tidak hanya sakit secara fisik, tapi juga secara psikologis. Dan yang lebih menyakitkan, ia pergi dalam kondisi merasa tak punya tempat berlindung bahkan di lingkungan yang katanya “kedua setelah rumah”: sekolah.

Dedi menyebutkan bahwa anak itu kehilangan sandaran. Tapi sejatinya, ia bukan satu-satunya. Di tengah sistem pendidikan yang makin formal, teknokratik, dan digital, ribuan anak lain sedang kehilangan hal yang sama: rasa aman, rasa diperhatikan, dan rasa dimanusiakan.

tempat.co
Grafik pendidikan

Kini, masyarakat menuntut bukan sekadar klarifikasi, tetapi revolusi. Bukan sekadar audit sistem, tetapi pembaruan hati. Karena di negeri yang guru lebih sibuk mengisi perangkat pembelajaran daripada menanyakan kabar muridnya, kita sedang membiarkan sekolah jadi pabrik nilai bukan pelindung nyawa. (Bhegin)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow