Ratusan siswa sekolah di wilayah kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut dari sekolah SMPN 2, SMP PGRI, SDN 3 dan 4 Talagasari alami keracunan aetelah santap Makanan Bergizi Gratis
"Kasus keracunan MBG sudah berulang di berbagai daerah. Tapi, seperti menu kantin sekolah, masalahnya tetap sama: bahan baku diragukan, distribusi asal-asalan, pengawasan nyaris tak terasa."
LOCUSONLINE, GARUT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Garut tampaknya memberi bonus yang tidak tercantum dalam brosur pemerintah: gratis mual, gratis muntah, bahkan gratis antre ranjang di Puskesmas.
Ratusan siswa di Kecamatan Kadungora mulai dari SMPN 2, SMP PGRI, hingga SDN Talagasari 3 dan 4 mendadak tumbang setelah menyantap menu istimewa yang dijanjikan bergizi. Tidak hanya murid, staf sekolah pun ikut kebagian "fasilitas kesehatan darurat".
Kepala Puskesmas Kadungora, dr. Noni, hanya bisa geleng kepala. “Pasien datang berbondong-bondong sejak jam 2 siang. Gejalanya standar paket lengkap: mual, muntah, pusing, sampai sesak,” ujarnya, seperti sedang membaca daftar menu restoran.
Guru honorer bernama Lilih pun ikut panik. “Anak-anak jatuh sakit hampir bersamaan. Kami kira habis olahraga, ternyata habis makan siang,” tuturnya, mencoba menahan nada getir.