ArtikelDaerahEkonomiGarutNews

Garut Didatangi Bank Dunia, Warga Siap-Siap “Didiagnosis Fiskal” Pajak Naik Demi Kemandirian Katanya

bhegins
×

Garut Didatangi Bank Dunia, Warga Siap-Siap “Didiagnosis Fiskal” Pajak Naik Demi Kemandirian Katanya

Sebarkan artikel ini
Bapenas
Pemerintah Kabupaten Garut serius menggarap strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Garut dan Bandung dipilih jadi daerah percobaan.
Biasanya “pilot project” itu berarti proyek contoh.
Tapi bagi warga, kadang terdengar seperti “uji coba kenaikan pajak dengan rasa lokal.”

Bappenas pun mendukung penuh.
Mereka bilang ini sejalan dengan RPJPN 2025–2045.
Rencana besar bangsa, tapi efeknya terasa kecil di dapur masyarakat.

tempat.co

Pemerintah menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat tahun depan.
Sementara rakyat menargetkan uang belanja harian tetap cukup meski pajak naik.

“Ini bentuk kolaborasi global,” ujar Syakur.
Benar satu pihak bawa proposal, satu pihak bawa data, dan warga bawa cemas.

Kata Warga:

“Diagnosis fiskal itu apa? Kalau hasilnya positif, berarti pajak naik?”
Deden, warga Sukamukti sambil melipat surat PBB

“Objeknya nggak bergerak, tapi tagihannya datang terus.”
Ayi, pemilik warung di Tarogong

FGD selesai, spanduk digulung, kopi habis, dan janji “tidak akan memberatkan rakyat” masih menggantung di udara.
Garut disebut “menuju kemandirian fiskal”,
tapi warga berharap setidaknya kemandirian itu tidak membuat mereka semakin mandiri dari makan daging. (suradi)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow