ArtikelDaerahGarutJawa BaratKesehatanLifestyleNews

Garut Luncurkan “Rumah Harapan”: Pemerintah Bereskan Rutilahu Sekaligus Bakteri

bhegins
×

Garut Luncurkan “Rumah Harapan”: Pemerintah Bereskan Rutilahu Sekaligus Bakteri

Sebarkan artikel ini
Serah Terima Rumah Harapan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) bekerja sama dengan Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara (YAHINTARA) meresmikan program "Rumah Harapan" di Mesjid Al-Falah, Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (8/11/2025).

“Jika bakteri TBC bersembunyi di rumah tak layak huni, maka rumahnya yang harus diputus hubungan dengannya.”

LOCUSONLINE, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut tampaknya mulai menjalankan strategi baru: menggabungkan urusan papan dan kesehatan dalam satu paket kebijakan. Lewat program “Rumah Harapan” yang diresmikan di Masjid Al-Falah, Sukamenteri, Sabtu (8/11/2025), Pemkab bekerja sama dengan Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara (YAHINTARA) memutuskan Rutilahu kini tak hanya memburu rumah reyot, tapi juga rumah yang dihuni oleh bakteri Tuberkulosis.

tempat.co

Disperkim, melalui pejabatnya, Nadia, menyampaikan niat mulia itu dengan nada hati-hati, seolah takut nanti bakteri ikut protes.

“Program ke depan akan memprioritaskan Rutilahu untuk penderita TB,” katanya.

Konteksnya sederhana: kalau rumah sempit, lembap, ventilasi seadanya, dan penghuninya batuk terus, maka dinding dan lantai dianggap ikut berkontribusi pada penyebaran penyakit. Rumahnya yang disalahkan, bukan gaya hidup atau polusi.

Baca Juga : Priangan Bergetar, Barisan Berderap: LKBB Perantara 2.0 di Cibiuk Jadi ‘Mini Nasionalisme Cup’ Versi Kabupaten

Menurut Disperkim, pendekatan ini disebut “intervensi baru”. Dalam bahasa birokrasi, itu berarti daftar sasaran bertambah. Setelah stunting dan kemiskinan ekstrem, kini giliran TBC masuk radar bantuan.

“Data penerima kami dapat dari Yayasan Hijau Nusantara,” ungkap Nadia.

Dengan kata lain, prosesnya lebih cepat: yang sudah terdata duluan, yang bersih-bersih batuk dulu.

Dari pihak yayasan, Ruli Oktavian menilai pembangunan rumah sehat ukuran 2×9 meter adalah debut penting dalam melanjutkan program Desa Siaga Tuberkulosis sejak 2018. Ia menekankan masalah yang selama ini diabaikan: sebagian rumah penderita TBC kolektif sempit, minim cahaya, ventilasi pasrah yang lebih cocok jadi inkubator bakteri dibanding tempat tinggal.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow