LOCUSONLINE, GARUT – Program optimalisasi lahan pertanian di Kecamatan Kersamanah kembali jadi panggung serius nan formal, lengkap dengan rombongan pejabat yang turun ke sawah sambil memastikan lumpur tidak menodai sepatu dinas.
Kepala UPT Pertanian Wilayah IV, Heni Suyanti, S.Ag., MP, memimpin lawatan ke dua desa Nanjungjaya dan Mekarraya untuk memeriksa rehabilitasi jaringan irigasi yang digadang-gadang sebagai penyelamat panen, Jumat (21/11/2025).
Rombongan yang terdiri dari Danpos Kersamanah Peltu Sumpena S.Sos., Babinsa, penyuluh pertanian, kepala desa, dan tentunya perangkat data serta kamera dokumentasi, meninjau langsung pipanisasi dan perbaikan saluran irigasi. Semua berharap debit air lebih lancar daripada anggaran yang sering mampat.
Ketua Kelompok Tani Rido Tani, Hapidz Aula Aropi, yang membina 65 anggota, menyatakan pipanisasi ini bak oase di tengah sawah tandus.
“Air jauh, sawah jauh, hasilnya juga jauh dari harapan. Makanya butuh pipanisasi biar panen minimal dua kali setahun. Kalau berhasil, tahun depan kami ngajuin lagi,” ujar Hapidz dengan nada yang terdengar seperti sudah hafal SOP wawancara lapangan.
Di lokasi lain, Ujang Saripudin, Ketua Kelompok Tani Mekarmulya, mengaku kelompoknya cuma panen sekali setahun. Ia tidak menampik bahwa irigasi baru ini jadi harapan baru.
“Ya selama ini panen setahun sekali. Dengan irigasi baru, mudah-mudahan bisa dua atau tiga kali,” ucap Ujang, seolah menawarkan paket promo panen naik level.
“Sidamalum. Debitnya cukup. Tinggal semangat warganya yang kadang debitnya naik turun,” tambahnya

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










