Baca Juga : SK Bupati Turun, Petani Naik Darah: Redistribusi Tanah Kok Kaya Main Monopoli?
Danpos Kersamanah, Peltu Sumpena, menjelaskan bahwa kunjungan ini bagian dari MoU TNI AD–Kementerian Pertanian.
“Hari ini monitoring dua titik. Di Mekarraya, panen masih sekali setahun. Dengan irigasi baru, targetnya bisa dua sampai tiga kali. Kita bantu agar petani bisa panen maksimal,” kata Sumpena yang terdengar seperti sedang menyampaikan laporan resmi tapi dengan bahasa yang lebih manusiawi.
Ia mengingatkan bahwa irigasi bukan barang pajangan.
“Ini mesti dirawat, dimaksimalkan. Jangan cuma pas diresmikan ramai, pas bocor pura-pura nggak lihat.”
Heni menegaskan bahwa mayoritas lahan di Kersamanah adalah tadah hujan. Karena itu, irigasi baru bukan hanya proyek, tapi tiket keluar dari “klub panen sekali”.
“Targetnya dua sampai tiga kali panen setahun. Tapi ini butuh kekompakan. Lahan jaraknya jauh-jauh, jadi kalau irigasi sampai rusak, yang rugi ya sama-sama,” ujar Heni.
Ia menutup dengan pesan klasik namun penting:
“Dirawat. Dijaga. Ini hasil kerja keras mereka dan untuk mereka. Gotong royong. Jangan cuma kelompok tani, tapi semua pemilik lahan.”*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










