Kepala Desa Tanjungsari, Rusmana Jaya, mengungkapkan sebelum acara ada 52 warga yang terdaftar. Hari ini ada tambahan 17, artinya, setelah bertahun-tahun program perlindungan sosial digembar-gemborkan, desa tetap baru punya 69 penerima angka yang kurang lebih sama dengan jumlah kursi hajatan besar.
RS Siloam turut memberikan pemeriksaan kesehatan gratis untuk 100 warga. Fokusnya pekerja informal, yang sebagian besar selama ini lebih sering bertemu panas dan debu daripada fasilitas kesehatan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Purwakarta, Wira Sirait, menjelaskan bahwa program ini bagian dari inisiatif Gubernur Jawa Barat. Cakupan BPJS di Purwakarta naik dari 65% ke 70%.
Kenaikan yang lumayan ibarat berat badan, 5% saja sudah dibahas seharian.
Gubernur menargetkan 590.000 pekerja terlindungi tahun ini, dan 2 juta tahun depan. Target setinggi itu membuat warga optimistis atau pasrah.
Program “1 Desa 100 Perlindungan” memang terlihat megah: ada bupati, ada CSR, ada data, ada santunan, ada kartu baru, ada publikasi.
Tapi warga tetap menunggu bagian terpenting:
kapan perlindungan ini benar-benar terasa, bukan sekadar dibagikan dalam bentuk seremonial?
Untuk sekarang, yang jelas Purwakarta kembali sukses menggelar acara. Soal kesejahteraan, ya itu nanti dulu.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










