LOCUSONLINE, PURWAKARTA – Bea Cukai Purwakarta lagi-lagi bikin pesta asap resmi. Bukan demo, bukan kebakaran, tapi ritual tahunan: bakar barang ilegal yang jumlahnya bikin pabrik resmi megap-megap menahan dengkul. Rabu (25/11), halaman KPPBC TMP A Purwakarta berubah kayak set film aksi kelas menengah, lengkap dengan tumpukan rokok ilegal dan balpres eks impor ilegal yang akhirnya dibikin hangus tanpa meninggalkan jejak.
Kepala Bea Cukai Purwakarta, Panca Putra Jaya, membeberkan angka yang kalau disebutin di warung kopi bisa bikin orang salah sangka dikira angka togel:
4.761.239 batang rokok ilegal + 200 karung balpres ilegal = Rp 8,07 miliar.
Yang dibakar barangnya, yang ikut kebakar harapan pedagang nakal untuk kaya instan.
Sepanjang 2025, Bea Cukai Purwakarta mencatat 402 kasus pelanggaran. Barang bukti yang disikat juga nggak kalah beringas:
- 13 juta batang rokok ilegal
- 476 liter MMEA & 52 liter etil alkohol
- 2.676 pita cukai palsu
Dan karena tidak semua pelaku tobat pakai ceramah, 5 perkara resmi lanjut penyidikan sampai P-21. Artinya, bukan cuma barangnya yang dimusnahkan, tapi juga alibi pelakunya.
Baca Juga : Upacara Hari Guru Garut 2025: Pujian Mengalir, Prestasi Bertaburan, PR Pendidikan Tetap Menumpuk
Panca menegaskan mereka mengedepankan ultimum remedium alias penjara jadi opsi terakhir. Lebih dikedepankan denda biar negara nggak rugi, dan pelaku mikir dua kali sebelum main-main. Tahun ini, 33 kasus UR nyetor Rp 1,88 miliar ke negara, lumayan buat nutup bolong-bolong APBN tipis-tipis.
Tapi yang paling bikin Bea Cukai panas kuping adalah balpres ilegal. Barang KW impor yang sering datang lebih cepat daripada paket kurir resmi ini dianggap merusak UMKM, bikin usaha lokal kering kerontang, dan mematikan semangat pedagang kecil yang nggak punya backing mafia logistik.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










