“Pemusnahan ini biar pasar tetap sehat,” kata Panca.
Tapi melihat kondisi pasar hari ini, sehatnya mungkin kayak orang yang bilang “gapapa” padahal sudah mau tumbang.
Nggak mau kalah acara, Kejaksaan Negeri Purwakarta bawa paket pemusnahan versi mereka sendiri:
- Sabu 117 gram
- Tembakau sintetis 420 gram
- Ganja 10 gram
- Obat terlarang 5.217 butir
- Uang palsu 4.434 lembar
- 10 senjata tajam
Lengkap. Tinggal popcorn sama live band, jadilah festival hukum terbesar se-Purwakarta.
Kajari Purwakarta, Apsari Dewi, menegaskan sinergi antar lembaga akan diperkuat. Artinya, kalau ada yang mau coba-coba nakal, siap-siap diserbu bareng-bareng layaknya grup Avengers lokal.
Acara pemusnahan bersama ini juga jadi ajang reuni pejabat daerah. Hadir Wakil Bupati, Wakil Ketua DPRD, Polres, Kodim, Pengadilan Negeri, KPKNL, BNN Karawang, KPP Pratama, dan tamu penting lain.
Kalau semua yang hadir ini digabung, mungkin lebih banyak dari pelaku yang mereka buru.
Purwakarta hari itu penuh asap, bedanya ini asap legal. Negara menang satu ronde tapi apakah ini akhir dari rokok ilegal dan balpres KW? Ya jelas tidak, besok pasti muncul lagi. Bisnis mereka terlalu laris untuk mati begitu saja.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










