Pasar Bensin RON 92 Bergairah Kembali: Shell, BP, dan Vivo Kembali Beroperasi Setelah Perjanjian Pasokan dengan Pertamina
JAKARTA – Pasar bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 92 di Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pulih. Setelah mengalami kelangkaan yang cukup panjang, tiga operator Stasiasi Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta besar—BP, Vivo, dan Shell—secara bertahap mengembalikan produk bensin mereka ke pasaran. Langkah ini menjadi angin segar bagi konsumen sekaligus penanda normalisasi pasokan energi nasional.
Kepastian ini datang setelah terjalinnya kesepakatan bisnis antara perusahaan-perusahaan tersebut dengan Pertamina, selaku pemegang kuota impor BBM. Proses normalisasi ini berlangsung tidak serentak, dengan BP dan Vivo memimpin, sementara Shell menyusul di tahap akhir.
BP dan Vivo Memimpin, Stok Masih Bertahap
PT BP-AKR Corpora menjadi yang pertama mengatasi kendala pasokan. Perusahaan ini telah mengamankan 100 ribu barel base fuel dari Pertamina untuk memulai kembali penjualan produk BP 92.
"Prioritas kami jelas, BP 92 kembali tersedia dan kualitas produk yang dihadirkan konsisten terjaga. Fokus mutu ini bagian dari komitmen jangka panjang kami membangun layanan energi yang terpercaya di Indonesia," tegas Presiden Direktur BP-AKR, Vanya Laura, dalam sebuah pernyataan resmi.
Sementara itu, pesaingnya, SPBU Vivo, mengumumkan kembalinya produk Revvo 92 melalui akun Instagram resminya pada Minggu (23/11/2025). Vivo menyatakan bahwa ketersediaan BBM tersebut masih bersifat bertahap dan belum mencakup seluruh jaringan SPBU Vivo di Indonesia.
"Kini, BBM Revvo 92 Sudah Tersedia Kembali di SPBU VIVO secara bertahap mulai hari ini. Petugas kami siap mengisi penuh tangki dengan bahan bakar berkualitas untuk performa mesin yang lebih optimal," demikian bunyi pengumuman tersebut.
Shell di Ujung Tanduk Negosiasi
Berbeda dengan kedua kompetitornya, PT Shell Indonesia hingga pagi ini masih belum dapat mendistribusikan bensin ke SPBU-nya. Namun, kabar baik datang dari jalur diplomasi bisnis dan pemerintah.