Untuk memastikan bahwa jalan ini bukan sekadar pemanis elektoral atau proyek rutinitas yang cepat retak, publik perlu menuntut hal-hal berikut:
- Dokumen kontrak dibuka ke publik, termasuk item pekerjaan, masa pemeliharaan, hingga spesifikasi teknis.
- Audit independen terhadap kualitas pengerjaan.
- Pantauan berkala, bukan hanya saat hotmix digelar.
- Evaluasi rekam jejak kontraktor, terutama untuk proyek bernilai besar.
- Keterlibatan warga dalam pengawasan, bukan sekadar pengangkut material.
Euforia jalan mulus tidak boleh menenggelamkan urgensi pengawasan. Sebab, pengalaman banyak daerah menunjukkan, jalan yang “istimewa” sering retak sebelum berita pujian terakhir selesai dibaca.
Purwakarta berhak atas infrastruktur berkualitas, bukan sekadar dekorasi anggaran. Pembangunan yang benar-benar istimewa bukan hanya yang tampak mulus di permukaan, tetapi yang memiliki fondasi kuat, bersih dari konflik kepentingan, serta bertahan melintasi masa jabatan.
Sampai itu terwujud, publik wajib tetap curiga bukan kepada jalannya, tapi kepada proses yang membentangkannya.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










