ArtikelHukumKorupsiNasionalNewsOrganisasiSorot

PBNU dan Rp100 Miliar yang Tersesat: Kiai Bingung, Akuntan Pusing, Uang Ngaku-ngaku ‘Sedekah Korporasi’? Audit Internal Bocor, Bau Gosongnya ke Mana-mana

bhegins
×

PBNU dan Rp100 Miliar yang Tersesat: Kiai Bingung, Akuntan Pusing, Uang Ngaku-ngaku ‘Sedekah Korporasi’? Audit Internal Bocor, Bau Gosongnya ke Mana-mana

Sebarkan artikel ini
Ketua PB NU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan dirinya tidak memiliki niat untuk mundur dari jabatannya, usai menghadiri rapat koordinasi dengan Ketua PWNU di Surabaya, Minggu (23/11/2025). (Foto: Antara/Fahmi Alfian/am).

LOCUSONLINE, JAKARTA – Dunia maya pagi ini seperti ditelepon tagihan kartu kredit: kaget, panas, dan langsung curiga. Sebuah dokumen audit internal PBNU tahun 2022 bocor ke publik, membongkar dugaan penyimpangan keuangan yang begitu absurd sampai-sampai spreadsheet-nya pun mungkin ingin mengundurkan diri.

Menurut audit, ada dana Rp100 miliar yang awalnya diklaim untuk perayaan satu abad PBNU dan kebutuhan organisasi. Namun alih-alih masuk ke mekanisme resmi, uang itu justru “nongkrong cantik” di sebuah rekening Bank Mandiri atas nama PBNU yang menurut auditor dikendalikan langsung oleh Bendahara Umum PBNU kala itu, Mardani H. Maming.

tempat.co

Dana jumbo tersebut disebut berasal dari Grup PT Batulicin Enam Sembilan, perusahaan yang… kebetulan sekali milik Maming sendiri. Transfernya terjadi dua hari sebelum ia diumumkan sebagai tersangka KPK dalam perkara suap tambang. Kebetulan? Audit bahkan seolah menggeleng sambil bilang: “Ayolah…”

Baca Juga : BGN & Bappenas “Geruduk” Garut Bedah Program Makan Bergizi Gratis, Cari Masalahnya di Lapangan

Rekening PBNU, Gaya Manajemen Ala Startup: Satu Orang Pegang, Organisasi Bingung

Empat transaksi masuk pada 20–21 Juni 2022. Dua hari kemudian, 22 Juni, KPK resmi umumkan Maming sebagai tersangka. Waktu yang sungguh impresif: uang masuk dulu, status tersangka menyusul.

Audit juga memotret arus keluar yang tidak kalah menarik: lebih dari Rp10 miliar dibukukan sebagai pembayaran hutang, plus transfer rutin sepanjang Juli–November 2022 ke Abdul Hakam, Sekretaris LPBHNU yang saat itu ikut membela Maming secara hukum berdasarkan memo internal Ketum PBNU sendiri.

Kalau ini film, judulnya mungkin “Seratus Miliar yang Tersesat Mencari Takdir”.

Auditor: “Ini Bukan Lagi Soal Administrasi Ini Sudah Bau-Bau TPPU”

Dokumen audit KAP GPAA menyebut bahwa tata kelola keuangan PBNU tampak bukan hanya amburadul, tapi berpotensi menyeret organisasi ke dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).


Bergabunglah dengan Tim Jurnalis Kami!

Apakah kamu memiliki passion dalam menulis dan melaporkan berita? Inilah kesempatan emas untuk bergabung dengan situs berita terkemuka kami! Locusonline mencari wartawan berbakat yang siap untuk mengeksplorasi, melaporkan, dan menyampaikan berita terkini dengan akurat dan menarik.

Daftar

🔗 Tunggu apa lagi!

Daftar sekarang dan jadilah bagian dari tim kami!

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow