Anwar menambahkan bahwa TOT ini merupakan komitmen kolektif untuk membangun Polri yang responsif dan dipercaya publik. Sebuah harapan yang memang terus digaungkan, terutama di tengah berbagai persoalan internal yang masih menjadi sorotan masyarakat.
Di luar aula pelatihan, publik tentu berharap perubahan ini bukan sekadar teori di kelas atau jargon baru yang terdengar gagah. Yang dinanti adalah transformasi nyata di jalanan, di kantor pelayanan, di ruang penyelidikan, dan di setiap interaksi aparat dengan warga.
Apakah 15 hari pelatihan cukup untuk memperbaiki citra Polri?
Waktulah yang akan menjawab. Atau mungkin, keluhan masyarakat di media sosial.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










