Yang mengejutkan, beberapa pria dilaporkan ikut KB MKJP. Langkah yang langka karena di banyak daerah, laki-laki memilih metode “ngeles” daripada metode “kontrasepsi”.
Klinik Aster PKBI hari itu seperti arena eksperimen sosial pemerintah mencoba membuktikan bahwa pengendalian populasi bukan sekadar kampanye poster ibu senyum sambil memegang dua anak. Ini soal masa depan Garut yang tak mau tumbang hanya gara-gara kelahiran tak terkontrol.
Jika program KB ini berhasil, Garut mungkin selangkah lebih dekat menjadi daerah yang bukan cuma survive, tapi punya SDM yang sanggup bersaing. Jika gagal? Bersiaplah, generasi mendatang mungkin harus sekolah sistem shift karena ruang kelas sudah penuh, bahkan sebelum matahari terbit.
Program KB ini jadi taruhan apakah pemerintah bisa benar-benar mengendalikan grafik kelahiran yang naik terus? Atau nanti cuma jadi laporan tahunan yang tebalnya nambah sama seperti jumlah penduduk Garut tiap tahun?*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










