Samsat Drive Thru Garut diklaim berbasis online, cepat, dan segera dilengkapi QRIS. Ironisnya, sinyal internet di beberapa kecamatan Garut Selatan masih harus naik bukit dulu untuk dapat dua bar. Digitalisasi pelayanan tampaknya lebih cepat daripada digitalisasi infrastruktur dasar.
Bupati juga mengumumkan rencana pembangunan Samsat 5 Tahunan di Pameungpeuk, menjanjikan layanan lengkap hingga pembuatan BPKB dan plat nomor. Masyarakat dari Bungbulang, Caringin, hingga Cikelet tak perlu lagi menempuh perjalanan panjang kecuali jika ingin mengurus kesehatan, pendidikan, atau infrastruktur, yang entah kapan dibangun di wilayah selatan.
Pemerintah juga akan menyediakan mobil Samsat keliling. Mobil yang mengunjungi desa-desa, menjangkau masyarakat, mengingatkan mereka untuk membayar pajak. Pelayanan yang mobile berbeda dengan pembangunan yang sering kali masih diam di tempat.
Asep menegaskan bahwa tujuan utama inovasi ini adalah peningkatan pendapatan daerah dan kenyamanan masyarakat. Urutan tujuan yang jujur: pendapatan dulu, kenyamanan kemudian.
Memang benar, warga tersenyum. Bukan hanya karena pelayanannya mudah, tetapi juga karena itu satu-satunya saat warga bisa tersenyum sebelum kembali menghadapi jalanan berlubang dan harga sembako yang terus naik.
Samsat Drive Thru Garut adalah langkah maju, sayangnya banyak langkah lain yang tertinggal.
Drive Thru berjalan cepat, pembangunan berjalan pelan, rakyat tetap merogoh kocek untuk pajak sambil berharap jalan-jalan Garut suatu hari akan secepat pelayanan Samsat bukan secepat munculnya janji pejabat di podium.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










