“Kegiatan ini menjadi awal dari gerakan jangka panjang. Kami berharap masyarakat terus terlibat dalam menjaga tanaman ini hingga tumbuh besar, bukan hanya menanam lalu meninggalkannya,” kata Aten.
Tokoh masyarakat dan komunitas pecinta alam yang hadir juga menyambut baik langkah ini. Selain menjadi ajang edukasi lingkungan, kegiatan tersebut memperkuat sinergi antara pemuda, pemerintah desa, dan perangkat daerah.
Penanaman pohon di Gunung Cakrabuanan direncanakan akan berlanjut secara bertahap dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Pemerintah daerah menargetkan program “Leuweung Hejo” dapat menambah tutupan vegetasi di berbagai kecamatan untuk menghadapi ancaman perubahan iklim dan kerusakan ekologis.
Kegiatan penanaman ini menjadi penegasan bahwa upaya menjaga Garut tetap hijau tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama yang dimulai dari desa dan diperkuat oleh partisipasi masyarakat.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










