ArtikelDaerahGarutJawa BaratKesehatanNews

Negara Baru Ingat Warganya Setelah Viral “Operasi Tanggap Darurat Satu Anak, Seremoninya Satu Kementerian”

bhegins
×

Negara Baru Ingat Warganya Setelah Viral “Operasi Tanggap Darurat Satu Anak, Seremoninya Satu Kementerian”

Sebarkan artikel ini
Anak Difabel
Kementerian Sosial bersama unsur KND dan Pemerintah Kabupaten Garut meninjau kondisi Riyani di RSUD Dr. Slamet Garut, pada Sabtu, 29 November 2025. Dok. Kemensos

“Perhatian negara sering datang terlambat bukan karena tidak mampu, tapi karena terlalu sering menunggu berita buruk dulu sebelum bergerak.”

LOCUSONLINE, GARUT – Ketika satu anak penyandang disabilitas harus berjuang sendirian di sudut kamar rumahnya, negara mendadak bergerak cepat seperti superhero yang telat bangun tidur. Riyani, 11 tahun, anak dengan multi disabilitas lumpuh layu, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, plus gizi buruk baru benar-benar disentuh negara setelah kondisinya mencuat ke publik.

tempat.co

Tak tanggung-tanggung, Kementerian Sosial, Komisi Nasional Disabilitas (KND), dan Pemerintah Kabupaten Garut langsung turun dengan rombongan lengkap dan gaya operasi penyelamatan. Yang dibawa: bantuan nutrisi, asesmen, kursi roda adaptif, dan tentu saja serangkaian statement manis khas pejabat.

Tim elite tiga lembaga itu datang ke RSUD Dr. Slamet Garut pada Sabtu, 29 November 2025. Ada Dudi dari BBPPKS Bandung, Komisioner KND Jonna Aman Damanik, Peksos Dinsos Garut, hingga Kepala Dinsos Garut Aji Sukarmaji. Sebuah pasukan yang biasanya diperlukan untuk rapat besar, kini digerakkan untuk satu anak yang sebenarnya hak-haknya sudah wajib dipenuhi negara sejak lahir, bukan setelah pemberitaan.

Menurut Jonna, aksi kilat ini merupakan amanat UU Penyandang Disabilitas. Ucapan yang bagus, tapi publik bertanya-tanya, jika itu amanat UU, mengapa Riyani baru tersentuh ketika kondisinya ramai dibicarakan?

Baca Juga : 3000 Pohon Naik Gunung, Ego Manusia Turun: Garut Gaskeun Leuweung Hejo Biar Bumi Nggak ‘Game Over’

Riyani berasal dari keluarga miskin desil 3, kondisi yang seharusnya membuatnya otomatis masuk radar perlindungan. Namun seperti biasa, radar sosial negara baru berbunyi keras ketika media menyorot.


Bergabunglah dengan Tim Jurnalis Kami!

Apakah kamu memiliki passion dalam menulis dan melaporkan berita? Inilah kesempatan emas untuk bergabung dengan situs berita terkemuka kami! Locusonline mencari wartawan berbakat yang siap untuk mengeksplorasi, melaporkan, dan menyampaikan berita terkini dengan akurat dan menarik.

Daftar

🔗 Tunggu apa lagi!

Daftar sekarang dan jadilah bagian dari tim kami!

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow