Nominal itu jelas bukan recehan jamuan pisang goreng plus teh manis. Jumlahnya sudah mirip paket pernikahan premium lengkap dekorasi, band akustik, dan dokumentasi 360 derajat.
Pertanyaannya: Acara pelepasan camat pensiun dan silaturahmi butuh biaya setinggi itu? atau hanya karena birokrasi punya hobi klasik: ketika berkumpul, harus tampil wah, walau urusan dana dibiarkan blur?
Poin Kecurigaan Publik
Warganet tak tinggal diam. Ada empat pola pertanyaan yang kini jadi narasi utama:
- Apakah iuran disahkan secara struktural atau hanya kesepakatan grup?
Jika sifatnya forum sosial, maka mekanisme wajib tanpa transparansi jadi problem etis. - Apakah ada dokumen pertanggungjawaban dana?
Acara internal ASN wajib tunduk pada etika akuntabilitas, meski bukan anggaran negara. - Mengapa pesan soal marwah justru mendahului transparansi?
Ketika pengamanan citra lebih dominan dibanding pengamanan data, wajar publik curiga. - Mengapa tidak ada keterangan resmi meski sudah viral?
Dalam PR krisis, diam bukan elegan diam adalah bensin di kobaran spekulasi.
Ironi Forum: Rahasia Boleh Bocor, Dana Jangan Ditanya
Forum Camat mengunci pesan dengan label “tidak boleh disebarkan ke luar”. Namun ketika publik menuntut keterbukaan dana, forum justru memilih mode sunyi.
Sumber internal menyebut, acara hanya jamuan pelepasan biasa dan ramah tamah pimpinan.
Jika benar, mengapa biayanya terasa bak gala dinner kementerian?
Tanpa rincian anggaran:
- piring porselen jadi misteri,
- dekorasi jadi teka-teki,
- dan siapa vendor yang menangani jadi lebih seru dari gosip politik akhir tahun.
Apa Kata Etika Birokrasi?
Dalam tata kelola pemerintahan, setiap pungutan berbasis jabatan, apalagi nominal besar, harus:
- jelas peruntukan,
- rinci penggunaan,
- dan transparan pelaporan.
Jika tidak, ia masuk wilayah ranjau etik, meski tidak otomatis masuk ranah pidana.
Ada dua opsi respons yang mungkin muncul:
- Pernyataan formal lengkap dengan rincian dana
Transparan, rinci, dan tuntas. - Pernyataan datar standar birokrasi
“Acara berjalan sebagai bentuk kebersamaan dan tidak ada yang perlu dipersoalkan.”
Yang kedua mungkin aman secara komunikasi, tapi hanya memperpanjang umur satir di publik.
Kasus ini sederhana: sebuah pesan internal bocor, tapi implikasinya menyentuh pilar birokrasi disiplin informasi, integritas dana, dan etika jabatan.
Jika forum tak bergerak cepat memberikan penjelasan, publik akan membuat kesimpulan mereka sendiri dan itu biasanya jauh lebih tajam dari klarifikasi resmi apa pun.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










