LOCUSONLINE, CIANJUR – Cerita ini bukan sinetron, tapi plotnya lebih absurd dari drama TV mana pun. Seorang gadis di bawah umur asal Cianjur dinikahkan dengan pria lansia berkewarganegaraan asing, lengkap dengan status “sah” di atas kertas, namun semirip itu pernikahan palsu yang tak lebih dari tiket sementara demi keuntungan jaringan mafia nikah lintas negara.
Menurut penelusuran lapangan, pernikahan berlangsung cepat: prosesi, pesta, dokumentasi, dan distribusi amplop. Bulan madu pun digelar Bali jadi panggungnya. Namun, sebelum koper selesai dibongkar, suami lansia memutuskan kontrak asmara: cerai.
Janji manis yang sebelumnya ditawarkan “akan dibawa ke Timur Tengah, hidup sejahtera, fasilitas lengkap” ternyata hanya brosur berdebu yang dikibaskan di hadapan keluarga korban.
Gerakan Sunyi Mafia Nikah: Lebih Rapi dari Sindikat Kredit Motor
Hasil investigasi mengungkap, pola pernikahan semacam ini tidak berdiri tunggal. Ini jaringan. Mereka meraup untung dari:
- Proses pernikahan kilat WNI di bawah umur plus WNA uzur
- Pengurusan dokumen
- Fee dari sponsor luar negeri
- Pemotongan biaya “pengawalan” hingga perceraian
Setelah cerai, anak perempuan menjadi korban psikologis. Sementara jaringan justru siaga mencari target baru tanpa jeda.
Deskripsi fakta:
- Gadis masih usia sekolah
- WNA usia lanjut, masuk kategori risiko kesehatan bukan risiko romantis
- Pernikahan berlangsung dengan “pengatur panggung” dari berbagai pintu: calo, oknum dinas, mediator desa, hingga penghubung antarnegara
Janji Timur Tengah: Sekelas Mimpi, Selembut Debu Sahara
Menurut sumber keluarga, janji “dibawa ke Timur Tengah untuk hidup layak” menjadi magnet. Nyatanya, bulan madu Bali adalah tujuan terakhir bukan awal perjalanan internasional. Setelah itu: