BisnisNasional

Shell Super Kembali, 100 SPBU Hadir, Intip Strategi dan Harga Terbarunya!

rakyatdemokrasi
×

Shell Super Kembali, 100 SPBU Hadir, Intip Strategi dan Harga Terbarunya!

Sebarkan artikel ini
Shell Super Kembali, 100 SPBU Hadir, Intip Strategi dan Harga Terbarunya locusonline featured image

[locusonline.co] Sebuah kelegaan bagi pengguna setia Shell: Shell Super akhirnya kembali tersedia di lebih dari 100 SPBU di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat mulai Minggu, 7 Desember 2025. Namun, ada satu fakta yang langsung menyita perhatian: harganya sekarang Rp 13.000 per liter. Angka ini tidak hanya menandai kembalinya pasokan, tetapi juga menjadi penanda baru dalam lanskap persaingan BBM non-subsidi di Indonesia. Bagaimana posisi Shell dibandingkan dengan Pertamina dan pesaing swasta lainnya? Simak analisis lengkapnya.

Peta Harga BBM Non-Subsidi Terkini

Kembalinya Shell Super terjadi di tengah gelombang kenaikan harga seluruh BBM non-subsidi yang berlaku serentak mulai 1 Desember 2025. Kenaikan ini merupakan implementasi regulasi harga berkala pemerintah. Berikut adalah perbandingan mendetail antara produk unggulan Shell dan para pesaing utamanya:

tempat.co
Merek & ProdukRON/SpesifikasiHarga per Liter (Rp)Keterangan Ketersediaan
Shell SuperRON 9213.000Kembali tersedia mulai 7 Des 2025.
Pertamina PertamaxRON 9212.750Tersedia luas.
BP 92RON 9213.000Tersedia.
VIVO Revvo 92RON 9213.000Tersedia.

Dari tabel, terlihat jelas bahwa Shell Super kini berada di kelas harga yang sama dengan pesaing swasta lainnya (BP dan VIVO), yaitu Rp 13.000/liter. Namun, yang menarik adalah selisih Rp 250 dibandingkan dengan Pertamax milik Pertamina yang dijual Rp 12.750/liter. Ini menciptakan persepsi harga premium untuk produk dengan nilai oktan (RON) yang sama.

Untuk produk beroktan lebih tinggi, perbandingannya adalah sebagai berikut:

  • Shell V-Power (RON 95): Rp 13.630/liter. Saat ini belum tersedia. Setara dengan BP Ultimate (Rp 13.630), dan sedikit lebih tinggi dari Pertamax Green 95 (Rp 13.500).
  • Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp 13.890/liter. Juga belum tersedia. Lebih mahal dibanding Pertamax Turbo (RON 98) yang dijual Rp 13.750/liter.

Strategi di Balik Harga dan Kelangkaan

Lalu, mengapa Shell memilih posisi harga seperti ini, dan apa yang menyebabkan kelangkaan berkepanjangan?

  1. Strategi Positioning “Premium”: Selisih Rp 250 antara Shell Super dan Pertamax bukanlah kebetulan. Shell secara konsisten memposisikan produknya dengan nilai tambah (added value) seperti formula pembersih mesin (active cleaning technology) yang diklaim lebih unggul. Bagi segmen konsumen yang loyal dan percaya pada manfaat tersebut, selisih harga ini dianggap sepadan. Posisi harga yang sejajar dengan BP dan VIVO juga mengindikasikan kesepakatan pasar di antara pemain swasta.
  2. Akar Masalah Pasokan: Kelangkaan Shell terjadi karena mereka bergantung pada impor BBM base fuel untuk mempertahankan standar kualitas globalnya. Ketika kuota impor habis, stok pun menipis. Solusinya datang melalui skema business-to-business (B2B) dengan Pertamina Patra Niaga, yang pada 5 Desember 2025 menyalurkan 100 ribu barel BBM base fuel kepada Shell. Ini adalah langkah darurat yang diinstruksikan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan.
  3. Pemulihan Bertahap: Pengumuman ketersediaan Shell Super menandai fase pertama pemulihan. Produk dengan formulasi lebih kompleks seperti V-Power dan V-Power Nitro+ memerlukan waktu blending dan quality control lebih lama, sehingga ketersediaannya masih tertunda.

Pilihan untuk Konsumen: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Pilihan antara Shell, Pertamina, atau merek swasta lain kini lebih jelas dari segi harga dan ketersediaan.

  • Pertamina Pertamax (Rp 12.750): Pilihan paling ekonomis untuk BBM RON 92 non-subsidi. Keunggulan utama adalah jaringan SPBU yang sangat luas dan pasokan yang stabil. Cocok untuk pengguna yang mengutamakan harga dan ketersediaan.
  • Shell Super (Rp 13.000): Pilihan dengan nilai tambah teknologi pembersih. Cocok untuk pemilik kendaraan yang mengutamakan perawatan mesin jangka panjang dan telah merasakan perbedaannya. Kelemahan saat ini adalah jaringan yang belum sepenuhnya pulih.
  • BP 92 & VIVO Revvo 92 (Rp 13.000): Alternatif swasta lain dengan harga setara Shell. Keputusan bisa berdasarkan pada faktor lokasi, loyalty program, atau fasilitas SPBU yang ditawarkan.

Melihat ke Depan

Kembalinya Shell Super adalah kabar baik yang mengindikasikan normalisasi pasokan BBM swasta. Kolaborasi B2B antara Pertamina dan operator swasta seperti Shell mungkin akan menjadi model yang lebih sering terlihat untuk mencegah kelangkaan di masa depan.

Bagi industri, persaingan yang sehat antara Pertamina dengan harga kompetitif dan operator swasta dengan diferensiasi teknologi akan terus menguntungkan konsumen. Sementara pemerintah terus mendorong penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran, pasar BBM non-subsidi seperti Shell Super dan Pertamax akan menjadi arena persaingan yang semakin menarik untuk diikuti. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow