“Apakah ribuan inovasi nanti benar-benar muncul dan mengubah wajah pelayanan publik Garut? Atau justru menjadi monumen kecil dari ambisi besar yang tak pernah selesai?”
LOCUSONLINE, GARUT – Penilaian Inovasi Kabupaten Garut dibuka Sekda Garut, Nurdin Yana, Kamis (11/12/2025). Acara berlangsung megah di Aula Bappeda, tapi atmosfernya lebih mirip launching gawai baru banyak jargon futuristik, janji spektakuler, dan harapan bahwa semua akan berjalan indah asalkan ASN punya inovasi yang tidak cuma numpang lewat di presentasi PowerPoint.
Nurdin Yana menegaskan bahwa tahun ini konsepnya naik level. Tidak lagi “satu lembaga, satu inovasi”, melainkan “satu ASN, satu inovasi”. Target akhirnya ribuan inovasi bermunculan di Garut. Ambisi ini terdengar keren, meski sebagian ASN tampak waswas takut inovasi mereka justru nyangkut di meja disposisi.
“Kalau satu orang satu inovasi, hitung saja. Akan beribu-ribu inovasi nanti,” ujar Nurdin, optimistis seperti keynote speaker TEDx versi Garut.
Nurdin juga menyinggung apresiasi bagi ASN berprestasi, termasuk kemungkinan kenaikan pangkat luar biasa bagi mereka yang menang di level provinsi. Janji manis ini memicu bisik-bisik di ruang acara: apakah inovasi benar-benar jalan menuju karir cemerlang, atau hanya tiket lomba tahunan yang ujungnya sekadar piagam?
“Yang punya inovasi dapat nilai bagus. Kreativitas sejalan dengan penghargaan,” kata Nurdin. Harapannya, motivasi ASN meledak seperti promo akhir tahun.
Sementara itu, Iman Purnama Ridho dari Bappeda tampil sebagai pembawa regulasi. Ia mengingatkan bahwa dasar kegiatan ini bukan ide dadakan, melainkan PP 38/2017 dan Perda Nomor 3/2025. Intinya pemerintah wajib mendorong inovasi demi pelayanan publik meski realitas di lapangan seringkali membuat inovasi tampak seperti concept art yang tidak pernah dirilis.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












