ArtikelDaerahGarutJawa BaratNews

Hari Disabilitas Internasional di Garut Jangan Cuma Tepuk Tangan, Hak Kerja Harus Ditegaskan

bhegins
×

Hari Disabilitas Internasional di Garut Jangan Cuma Tepuk Tangan, Hak Kerja Harus Ditegaskan

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image nv6rh3nv6rh3nv6r
Gambar Ilustrasi Ai

LOCUSONLINE, GARUT – Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Kabupaten Garut diperingati Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPC PPDI) dengan satu pesan utama: penyandang disabilitas tidak butuh dikasihani, mereka butuh diberi kesempatan. Acara digelar di Aula PPDI Garut, Senin (15/12/2025), lengkap dengan pidato, komitmen, dan harapan yang kali ini diminta tak berhenti di spanduk.

Kegiatan dibuka Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Garut, Rahany Eka Pratiwi. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut untuk memastikan akses kerja yang setara bagi penyandang disabilitas. Pesannya jelas: hak kerja bukan bonus, melainkan kewajiban negara dan dunia usaha.

tempat.co

Rahany menyatakan, penyandang disabilitas adalah bagian utuh dari masyarakat yang memiliki hak yang sama, termasuk hak bekerja dan berkarier di sektor formal. Disnakertrans, kata dia, punya peran mendorong perusahaan formal maupun informal agar tak lagi alergi pada kata “disabilitas”.

“Saudara-saudara kita punya hak yang sama untuk bekerja dan berkarier di perusahaan,” ujarnya, menegaskan bahwa kesetaraan bukan slogan musiman.

Ia menambahkan, perhatian terhadap kelompok rentan juga menjadi fokus Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Tenaga Kerja Khusus. Penyandang disabilitas, lansia, perempuan, hingga anak muda, disebut harus mendapat akses kerja yang adil bukan sekadar masuk laporan tahunan.

Sejak 2023, Disnakertrans Kabupaten Garut mengaku telah menyiapkan sumber daya manusia penyandang disabilitas melalui pelatihan keterampilan, mulai dari pembuatan kue dan roti hingga menjahit. Targetnya, mereka punya kompetensi yang bisa bersaing, bukan sekadar “dilatih lalu ditinggal”.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow