Bandung

HUT ke-45 Satpam, Farhan Angkat Topi: Penjaga Kota yang Sering Terlupa Tapi Selalu Ada

rakyatdemokrasi
×

HUT ke-45 Satpam, Farhan Angkat Topi: Penjaga Kota yang Sering Terlupa Tapi Selalu Ada

Sebarkan artikel ini
HUT ke 45 Satpam, Farhan Angkat Topi, Penjaga Kota yang Sering Terlupa Tapi Selalu Ada locusonline featured image
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline.co, Bandung] Di balik hiruk-pikuk Kota Bandung yang tak pernah benar-benar tidur, ada satu profesi yang nyaris selalu hadir namun kerap luput dari sorotan: Satpam. Pada peringatan HUT ke-45 Satpam, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan peran mereka sebagai garda terdepan keamanan kota.

Satpam Bukan Sekadar Penjaga Pintu

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Satpam bukan hanya pelengkap sistem keamanan. Keberadaan mereka memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban dan keamanan di berbagai sektor kehidupan kota.

tempat.co

Menurut Farhan, Satpam adalah mitra penting kepolisian yang menjalankan fungsi nyata di lapangan. Mulai dari perkantoran, kawasan usaha, fasilitas publik, hingga lingkungan masyarakat, Satpam menjadi wajah pertama sistem keamanan yang dirasakan langsung oleh warga.

Keamanan Kota Tak Bisa Ditangani Sendiri

Farhan menekankan bahwa keamanan tidak bisa dibebankan hanya kepada satu institusi. Kompleksitas kota besar seperti Bandung menuntut kolaborasi berbagai pihak, termasuk kekuatan keamanan swakarsa yang profesional.

“Satpam lahir dari kesadaran bahwa keamanan tidak bisa ditangani satu institusi saja. Di situlah Satpam hadir sebagai kekuatan swakarsa yang profesional dan terlatih,” ujar Farhan dalam peringatan HUT ke-45 Satpam di Jalan Soekarno, Senin, 29 Desember 2025.

Satpam dan Sejarah Keamanan Nasional

Keberadaan Satpam secara resmi ditetapkan pada 30 Desember 1980 melalui Surat Keputusan Kapolri. Sejak saat itu, Satpam menjadi bagian integral dari sistem keamanan nasional yang terus berkembang hingga hari ini.

Di usia ke-45, Satpam tidak lagi identik dengan tugas pengamanan konvensional semata. Perannya semakin luas dan menuntut kemampuan adaptasi tinggi terhadap perubahan lingkungan sosial dan teknologi.

Peran Nyata Satpam di Kota Bandung

Di Kota Bandung, manfaat kehadiran Satpam dirasakan langsung oleh masyarakat. Mereka menjadi penjaga pertama di gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, kawasan usaha, rumah sakit, hingga ruang publik.

Tanpa kehadiran Satpam, banyak aktivitas ekonomi dan pelayanan publik berpotensi terganggu. Dalam banyak kasus, Satpam justru menjadi pihak pertama yang menangani situasi darurat sebelum aparat resmi tiba di lokasi.

Tantangan Keamanan di Era Digital

Farhan menyoroti bahwa tantangan keamanan saat ini tidak lagi bersifat konvensional. Perkembangan teknologi digital membawa jenis ancaman baru yang lebih kompleks dan sulit dideteksi.

Ancaman keamanan kini bisa datang dari kejahatan siber, penipuan digital, hingga konflik sosial yang dipicu informasi palsu. Dalam konteks ini, Satpam dituntut tidak hanya sigap secara fisik, tetapi juga cakap secara pengetahuan dan prosedural.

Profesionalisme Satpam Jadi Kebutuhan

Menghadapi tantangan tersebut, peningkatan kapasitas dan profesionalisme Satpam menjadi keharusan. Farhan menegaskan bahwa Satpam harus terus dibekali pelatihan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Satpam modern tidak cukup hanya mengandalkan kewaspadaan, tetapi juga harus memahami standar operasional prosedur, komunikasi efektif, serta penanganan situasi krisis dengan tepat dan terukur.

Peran Polrestabes Bandung dalam Pembinaan

Farhan memberikan apresiasi kepada Satuan Binmas Polrestabes Bandung yang dinilai konsisten melakukan pembinaan terhadap Satpam. Pembinaan tersebut mencakup pelatihan rutin, koordinasi lintas sektor, hingga peningkatan kompetensi.

Kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi profesi, badan usaha jasa pengamanan, serta para pengguna jasa Satpam. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menciptakan Satpam yang profesional dan berintegritas.

Satpam Harus Kuat dan Cerdas

Menurut Farhan, pembinaan berkelanjutan sangat penting agar Satpam tidak hanya kuat secara fisik. Lebih dari itu, Satpam harus cakap secara profesional dan memahami prosedur yang tepat dalam setiap situasi.

“Pembinaan yang berkelanjutan sangat penting agar Satpam tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cakap secara profesional dan memahami prosedur yang tepat dalam setiap situasi,” katanya.

Garda Terdepan yang Kerap Terlupakan

Meski memiliki peran vital, profesi Satpam kerap luput dari perhatian publik. Mereka bekerja di balik layar, berjaga saat sebagian besar warga beraktivitas atau beristirahat.

Momentum HUT ke-45 Satpam menjadi pengingat bahwa keamanan kota bukan hasil kerja instan. Ada dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab yang dijalankan setiap hari oleh ribuan Satpam di berbagai sudut Kota Bandung.

Apresiasi dari Pemkot Bandung

Atas nama Pemerintah Kota Bandung dan seluruh warga, Farhan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Satpam. Penghargaan ini ditujukan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini.

“Terima kasih atas dedikasi, tanggung jawab, dan pengabdian yang telah ditunjukkan selama ini,” ucap Farhan. Pernyataan tersebut menjadi pengakuan resmi atas kontribusi Satpam dalam menjaga stabilitas kota.

Keamanan Kota Adalah Tanggung Jawab Bersama

Farhan menegaskan bahwa keamanan kota tidak bisa dilepaskan dari partisipasi semua elemen masyarakat. Satpam menjadi contoh nyata bagaimana peran warga dapat terorganisir secara profesional untuk mendukung keamanan.

Dengan sinergi antara pemerintah, kepolisian, Satpam, dan masyarakat, Kota Bandung diharapkan mampu menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks ke depan.

Harapan di Usia ke-45 Satpam

Memasuki usia ke-45, Satpam diharapkan terus berkembang menjadi profesi yang semakin dihormati dan diandalkan. Peningkatan kesejahteraan, kompetensi, dan perlindungan kerja menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian.

Satpam bukan sekadar penjaga, melainkan bagian penting dari ekosistem keamanan kota. Tanpa mereka, roda aktivitas perkotaan tidak akan berjalan seaman dan setertib seperti sekarang.

HUT ke-45 Satpam menjadi momentum refleksi bahwa keamanan Kota Bandung berdiri di atas kerja kolektif banyak pihak. Di antara mereka, Satpam adalah garda terdepan yang selalu ada, meski sering tak terlihat.

Di tengah dinamika kota yang terus berubah, satu hal tetap sama: peran Satpam sebagai penjaga ketertiban yang setia berdiri, bahkan ketika perhatian publik sedang tertuju ke tempat lain. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow