“Semua Desil 1 sampai 5 itu harus berkurang,” tegas Syakur.
Beberapa dinas mendapat tepuk tangan, seperti Dinas Koperasi dan Dinas Kesehatan, yang dinilai berprestasi. Namun di balik apresiasi itu, terselip peringatan keras tahun depan evaluasi bakal lebih ketat. Artinya, tidak semua SKPD bisa nyaman bersembunyi di balik laporan administratif dan seremoni penghargaan.
Bupati juga meminta inovasi yang “benar-benar mengarah pada pengurangan kemiskinan”, kalimat yang secara implisit menegaskan bahwa sebagian program selama ini mungkin lebih rajin di proposal ketimbang berdampak di lapangan.
“Perlu terobosan yang baru,” ujarnya.
Apel penutup tahun ini akhirnya menjadi pengakuan terbuka bahwa Garut masih berkutat pada pekerjaan rumah lama. Pengangguran boleh turun, tapi kemiskinan ekstrem belum mau angkat koper. Dan 2025 pun ditinggalkan dengan catatan tebal apakah akan benar-benar jadi pijakan perubahan, atau sekadar arsip evaluasi yang kembali dibuka tahun depan.
Di akhir acara, Bupati menutup Bulan Dana PMI Kabupaten Garut, berharap manfaatnya dirasakan masyarakat. Sementara itu, 317 ribu warga Desil 1 masih menunggu lebih dari sekadar harapan dan apel gabungan.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










