ArtikelDaerahEdukasi/TipsJawa BaratNewsPendidikanPurwakarta

Festival Gandrung Mulasara 2025 Saat Anak Sekolah Disuruh Bertani, Orang Dewasa Sibuk Bertepuk Tangan

bhegins
×

Festival Gandrung Mulasara 2025 Saat Anak Sekolah Disuruh Bertani, Orang Dewasa Sibuk Bertepuk Tangan

Sebarkan artikel ini
Kabid Pendidikan PWK
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar di Disdik Kabupaten Purwakarta, Dede Supendi.
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

LOCUSONLINE, PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali menggelar Festival Gandrung Mulasara 2025, sebuah ajang yang dikemas sebagai perayaan inovasi pendidikan berbasis ekologi melalui program Tatanen di Bale Atikan (TdBA). Festival yang berlangsung 29–30 Desember 2025 di kawasan SKB Purwakarta ini menjadi bukti bahwa di tengah berbagai persoalan pendidikan, sekolah justru diminta paling siap menanam, mengolah, memamerkan, sekaligus menjadi etalase keberhasilan kebijakan.

Melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Self Learning Institute (SLI), festival ini menghadirkan lebih dari 390 peserta dari jenjang SD dan SMP. Mereka memamerkan aneka produk pangan sehat, minuman fermentasi, hingga karya ramah lingkungan hasil dari kurikulum muatan lokal yang menempatkan alam sebagai ruang kelas utama.

tempat.co

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdik Purwakarta, Dede Supendi, menyebut festival ini sebagai ruang apresiasi sekaligus kurasi praktik baik satuan pendidikan.

“Kegiatan ini memperkuat kesadaran hidup sehat, kemandirian pangan, dan kepedulian ekologis di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Tema yang diusung, “Manusa Linuhung Mulasara jeung Guguru ka Alam Ciptaan”, ditegaskan sebagai manifestasi filosofi pendidikan Purwakarta berkarakter, berbudaya Sunda, dan selaras dengan alam. Sebuah gagasan luhur yang di lapangan sepenuhnya ditopang oleh kerja siswa dan guru, sementara kebijakan tetap duduk manis di baliho dan sambutan resmi.

Festival ini dilandasi Peraturan Bupati Nomor 103 Tahun 2021 tentang TdBA dan Perbup Nomor 49 Tahun 2025 tentang Kurikulum Muatan Lokal. Regulasi yang, menurut Disdik, menjamin kegiatan berjalan akuntabel dan terukur meski publik masih bertanya seberapa jauh dampaknya terhadap mutu pendidikan secara menyeluruh, bukan sekadar panggung pamer tahunan.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow