ArtikelBudayaDaerahGarutJawa BaratLifestyleNews

Warisan Budaya Beraroma Limbah: Sukaregang Diakui, Sungainya Masih Menangis

bhegins
×

Warisan Budaya Beraroma Limbah: Sukaregang Diakui, Sungainya Masih Menangis

Sebarkan artikel ini
Toko Kulit
Foto Istimewa

“Sukaregang memang lebih dari sekadar destinasi belanja. Ia simbol ketekunan dan identitas Garut. Namun di balik status warisan budaya, ada pekerjaan rumah yang belum ikut diresmikan yakni memastikan kebanggaan budaya tidak dibayar dengan kerusakan lingkungan.”

LOCUSONLINE, GARUT – Garut kembali menyambut akhir 2025 dengan udara dingin yang setia dan keramahan yang khas. Namun kali ini, sambutan itu datang bersama aroma lain yang tak tercantum di brosur wisata. Begitu menginjakkan kaki di Sukaregang sentra industri kulit kebanggaan Garut, bau khas kulit langsung menyergap, bercampur dengan wangi limbah yang sudah lama akrab dengan hidung warga sekitar.

tempat.co

Deretan toko jaket, tas, dan sepatu berdiri rapi, seolah menjadi etalase kejayaan industri turun-temurun. Sukaregang memang bukan sekadar tempat belanja. Ia adalah ruang hidup, sejarah panjang, dan kerja keras lintas generasi. Kini, statusnya naik kelas, Kerajinan Kulit Sukaregang resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Jawa Barat tahun 2025.

Penetapan itu diumumkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat pada 9 Januari 2025, setelah melalui kajian dan sidang penetapan pada Desember 2024. Negara hadir memberi piagam, stempel resmi, dan kebanggaan. Soal limbah? Itu urusan lain. Mungkin urusan sungai.

Pengakuan tersebut disebut sebagai bentuk penghargaan atas nilai budaya, sejarah, dan kontribusi ekonomi Sukaregang bagi identitas Garut dan Jawa Barat. Nilai budaya diangkat ke panggung, sementara sisa-sisa proses produksinya masih setia mengalir di belakang rumah warga.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow