Konsolidasi Awal Tahun: Dari Sapu Lidi hingga Strategi Triliunan
Sementara sisa perayaan tahun baru masih terasa, Pemerintah Kota Bandung telah bergerak cepat menyiapkan pondasi ekonomi untuk tahun 2026. Momentum ini dimulai bukan hanya dengan rapat strategis, tetapi dengan kerja bakti dan pembinaan kepegawaian di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Jumat (2/1/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, ini menjadi sinyal kuat bahwa tahun depan akan dimulai dengan semangat kolaborasi dan target yang ambisius.
Dalam arahannya, Iskandar Zulkarnain menekankan paradoks sekaligus potensi besar Kota Bandung. “Bandung ini kota kecil secara wilayah, tapi target investasinya besar. Di sinilah tantangan kita. Bukan hanya DPMPTSP, tapi seluruh perangkat daerah harus saling mendukung,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pencapaian target investasi Kota Bandung yang fantastis hanya mungkin dicapai melalui integrasi dan sinergi antarsektor yang solid. Ia mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bergerak bersama menghadapi kompleksitas pembangunan.
Wajah Baru Pelayanan Publik yang Jadi Lokomotif Investasi
Sekda juga menyoroti peran Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung sebagai ujung tombak yang tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga menciptakan iklim berusaha yang kondusif. MPP dinilainya telah matang, inovatif, dan menjadi rujukan nasional. Inovasi seperti layanan wali nikah terintegrasi—satu-satunya di Indonesia yang telah melayani 200 pasangan dalam tiga bulan—menjadi bukti nyata.
“Ini bukti bahwa pelayanan publik bisa dibuat mudah, dekat, dan relevan. Hal-hal seperti inilah yang harus terus dikembangkan untuk mendukung iklim investasi,” tegas Iskandar. Transformasi layanan ini merupakan bagian integral dari strategi menarik penanaman modal di Bandung, karena kemudahan berusaha dimulai dari efisiensi dan inovasi layanan dasar.
Menghadapi tahun yang menantang, Iskandar Zulkarnain juga menyinggung transformasi birokrasi yang sedang berjalan, khususnya pergeseran dari jabatan struktural ke fungsional. Ia menegaskan bahwa perubahan ini bukan pelemahan, melainkan optimalisasi. “Sistem boleh berubah, tapi target dan kinerja tidak boleh turun. Saya yakin DPMPTSP mampu menjawab itu,” ucapnya. Pernyataan ini menjadi tantangan sekaligus mandat bagi jajaran DPMPTSP untuk beradaptasi tanpa mengurangi kecepatan dan kualitas kerja.
Landasan Optimisme: Capaian 2025 dan Proyeksi 2026
Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Erick Attauriq, dalam kesempatan yang sama, memaparkan landasan optimisme tersebut. Ia mengungkapkan bahwa realisasi investasi di Bandung sepanjang 2025 menunjukkan tren sangat positif. Target dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025 sebesar Rp7 triliun telah berhasil dilampaui jauh, dengan realisasi hingga triwulan ketiga mencapai Rp10,162 triliun.
“Ini menjadi modal optimisme kita. Namun tantangan ke depan juga semakin besar,” ujar Erick. Tantangan itu adalah target yang lebih tinggi di tahun 2026. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), target investasi Kota Bandung untuk 2026 ditetapkan sebesar Rp11,363 triliun. Angka ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi daerah yang diproyeksikan mencapai 5,35 persen.
Untuk menjawab target tersebut, Erick memaparkan sejumlah langkah strategis. DPMPTSP mengusulkan penyesuaian sistem kerja internal dan penguatan struktur organisasi, dengan fokus pada pengembangan MPP agar lebih adaptif. Sekitar 80 persen ASN di lingkungannya saat ini merupakan pejabat fungsional, yang menurutnya justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan sistem kolaboratif berbasis kinerja.
“Dengan sistem kerja yang baru, koordinasi kita sederhana tanpa mengurangi tanggung jawab. Prinsipnya, kerja tetap cepat, target penanaman modal di Bandung tetap tercapai,” jelas Erick. Strategi ini menunjukkan komitmen untuk memangkas birokrasi dan menghilangkan hambatan, menciptakan jalur hijau bagi para investor.
Kerja Nyata Dimulai dari Halaman Sendiri
Kegiatan pagi itu ditutup dengan kerja bakti membersihkan lingkungan kantor DPMPTSP. Aksi simbolis ini merefleksikan filosofi yang ingin dibangun: memulai segala sesuatu dengan dasar yang bersih, tertib, dan gotong royong. Bagi jajaran DPMPTSP, ini adalah metafora untuk menyambut 2026—sebuah tahun di lingkungan kerja yang solid, sistem yang efisien, dan semangat pelayanan prima untuk mendukung percepatan realisasi investasi di Bandung.
Dengan kombinasi antara konsolidasi internal, inovasi layanan, transformasi birokrasi, dan target yang jelas, Pemerintah Kota Bandung melalui DPMPTSP menunjukkan kesiapan untuk menjadikan 2026 sebagai tahun akselerasi ekonomi. Keberhasilan melampaui target 2025 menjadi bahan bakar optimisme bahwa Rp11,363 triliun bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi sebuah tujuan yang dapat digapai dengan kerja keras, kolaborasi, dan pelayanan yang tak kenal henti. (**)











