LOCUSONLINE, GARUT – Virus super flu H3N2 subclade K sudah menyapa Jawa Barat, tapi Kota Bandung memilih sikap tenang tapi siaga. Belum ada kasus terkonfirmasi, namun Dinas Kesehatan tetap pasang mode waspada jangan panik, tapi juga jangan jumawa merasa imun setebal tembok Balai Kota.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung meningkatkan kewaspadaan menyusul pernyataan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait temuan virus influenza H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di Jawa Barat. Langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut masuk dan berkembang di wilayah Kota Bandung.
Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat mencatat sedikitnya 10 warga di wilayah Jabar terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut setelah menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan metode whole genome sequencing.
Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam, mengatakan pihaknya telah ditugaskan untuk mengambil sampel dari pasien yang diduga terinfeksi influenza. Sampel tersebut kemudian dikirim ke Kemenkes untuk pemeriksaan lanjutan.
“Kami sudah ditugaskan untuk mengambil sampel, lalu dikirim ke Kemenkes untuk diperiksa dengan alat yang lebih canggih, dan hasilnya nanti akan dikirim kembali ke kami,” ujar Sony Adam, Senin (5/1/2026).
Baca Juga : UMSK Direvisi, Buruh Baru Diperhatikan Setelah Kalender Ganti Tahun
Namun hingga kini, Dinkes Kota Bandung belum menerima hasil konfirmasi terkait keberadaan virus super flu tersebut. “Untuk super flu ini belum ada feedback, kami masih menunggu,” katanya.
Berdasarkan laporan dari puskesmas dan rumah sakit, Sony memastikan belum ada warga Kota Bandung yang terkonfirmasi terinfeksi super flu, meski kasusnya telah ditemukan di wilayah Jawa Barat.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












