Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Garut memastikan rotasi dan mutasi jabatan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penyesuaian dengan desain struktur baru yang sedang disiapkan.
Baca Juga : GLMPK: Pupuk Disubsidi Negara Untungnya di Panen Duluan, Petani Menderita
Dalam amanatnya, Bupati juga menyampaikan analogi klasik dunia birokrasi: tidak semua bisa jadi pejabat. Ada struktur, ada peran, dan ada barisan yang harus tetap berjalan meski tak semua memegang komando.
“Tidak mungkin semua jadi pejabat. Seorang jenderal tidak akan berhasil tanpa adanya prajurit. Begitu juga di pemerintahan,” katanya.
Di tengah dinamika jabatan dan perputaran posisi, Bupati mengingatkan ASN untuk tetap menjaga integritas, loyalitas, serta semangat pengabdian, di mana pun ditempatkan. Menurutnya, keikhlasan dan ketulusan adalah fondasi utama agar organisasi tetap solid, meski meja kerja bisa berpindah sewaktu-waktu.
“Yang terpenting keikhlasan dan ketulusan kita dalam melaksanakan setiap tugas kita,” pungkasnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada para PNS yang memasuki masa purna tugas. Ia menyebut pengabdian mereka sebagai bagian dari kontribusi panjang bagi Kabupaten Garut dan masyarakatnya.
“Saya ucapkan terima kasih atas pengabdiannya selama ini untuk kepentingan Kabupaten Garut dan masyarakat Garut, semoga jadi amal ibadah,” ujarnya.
Apel pun selesai. DPA sudah dibagi, pesan sudah disampaikan. Kini, ASN Garut tinggal menunggu satu hal yang pasti datang giliran diputar, demi birokrasi yang katanya harus terus bergerak meski tak selalu ke arah yang sama.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










