Baca Juga : Pajak Turun PAD Jabar Ngegas, Pelat Kuning Dielus Dompet Daerah Disemangati
Di tingkat pimpinan, Dedi Mulyadi memilih memberi contoh ekstrem. Ia meniadakan penggunaan baju dinas, kendaraan dinas, hingga perjalanan dinas. Anggaran perjalanan dinas yang semula Rp1,5 miliar sudah ditekan menjadi Rp150 juta pada 2025, dan pada 2026 resmi dihapus dari kamus belanja.
Menariknya, di tengah mode hemat ini, Pemprov Jabar justru menaikkan anggaran pembangunan jalan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp3,5 triliun, kini melonjak menjadi Rp4,5 triliun. Artinya, lampu kantor boleh mati, tapi aspal tetap menyala.
Dedi menegaskan, kebijakan penghematan internal ini dilakukan agar pembangunan publik tetap berjalan di tengah tekanan fiskal. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan bermotor.
“Dukungan masyarakat akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan,” katanya.
Singkatnya, APBD Jabar 2026 bukan sekadar disusun, tapi sedang menjalani diet ketat lemak seremonial dibuang, kalori perjalanan dinas dipangkas, dan birokrasi diminta kenyang oleh idealisme dengan minuman pendamping, air putih.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











