Bandung

Dari Pakemitan ke Cinambo: ‘Operasi Sedot’ Sungai Cijangjawa Dimulai, Warga Berharap Banjir Tahun Depan Tinggal Kenangan

rakyatdemokrasi
×

Dari Pakemitan ke Cinambo: ‘Operasi Sedot’ Sungai Cijangjawa Dimulai, Warga Berharap Banjir Tahun Depan Tinggal Kenangan

Sebarkan artikel ini
'Operasi Sedot' Sungai Cijangjawa Dimulai Warga Berharap Banjir Tahun Depan Tinggal Kenangan locus online featured image
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

[Locusonline.co] BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah konkret untuk menekan ancaman banjir di wilayah timur kota. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melakukan pemantauan langsung dan menginstruksikan percepatan normalisasi Sungai Cijangjawa yang melintasi Kecamatan Cinambo, Selasa (6/1/2026).

Monitoring ini merupakan bagian dari Program Prakarsa Bandung Utama yang difokuskan pada penanganan titik-titik rawan banjir kronis. Sungai Cijangjawa dipilih karena selama bertahun-tahun menjadi sumber genangan bagi permukiman di sekitarnya.

tempat.co

Dalam peninjauannya, Wali Kota Farhan memaparkan rencana aksi yang akan segera dilakukan. “Sungai akan diperlebar jalurnya dan dikeruk agar aliran airnya bisa mengalir dengan lancar dan tidak tersendat. Dengan begitu, dampak banjir bisa dikurangi,” jelas Farhan di Kelurahan Pakemitan.

Ia juga mengingatkan pentingnya penegakan aturan lingkungan. Farhan menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengawasi ketat sejumlah pabrik di kawasan tersebut agar tidak membuang limbah ke badan sungai, yang dapat memperparah pendangkalan dan pencemaran.

Wilayah terdampak dan Akar Masalah yang Kompleks

Aliran Sungai Cijangjawa diketahui secara langsung mempengaruhi beberapa wilayah permukiman, yaitu RW 03, RW 04, dan RW 05 Kelurahan Cisaranten Wetan, serta RW 05 Kelurahan Pakemitan. Kondisi sungai yang menyempit akibat sedimentasi dan dangkal membuat kapasitas tampungnya minim, sehingga air mudah meluap saat hujan dengan intensitas tinggi.

Lurah Pakemitan, Ria Hentidara, mengonfirmasi bahwa persoalan ini adalah masalah lama. “Sungai ini sudah lama menyebabkan kebanjiran. Salah satu kendalanya ada di pertigaan aliran sungai di atas Sungai Cijangjawa, sehingga alirannya kembali ke arah belakang (pemukiman),” paparnya.

Fenomena backflow atau aliran balik di pertigaan hulu ini menjadi faktor kunci yang memperparah banjir, menunjukkan bahwa penanganannya memerlukan pendekatan teknis yang tidak hanya sekadar pengerukan lokal.

Ria juga menyebutkan bahwa penanganan telah dikoordinasikan dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung. Koordinasi ini penting mengingat Sungai Cijangjawa merupakan batas alamiah tiga kelurahan: Pakemitan, Babakan Penghulu, dan Cisaranten Wetan. Penanganan yang efektif mensyaratkan kolaborasi dan kesamaan persepsi antar-wilayah tersebut.

Komitmen Jangka Panjang Pengendalian Banjir

Langkah normalisasi Sungai Cijangjawa ini merupakan bagian dari upaya sistematis Pemkot Bandung dalam pengelolaan risiko bencana banjir. Setelah sebelumnya BPBD meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan seperti Cikapundung dan Gedebage, intervensi di Cinambo ini menunjukkan pendekatan yang menyeluruh, dari penanganan sistem makro (sungai besar) hingga mikro (anak sungai dan saluran).

Dengan dilakukannya normalisasi—yang mencakup pelebaran dan pengerukan—di harapkan kapasitas dan kelancaran aliran Sungai Cijangjawa dapat pulih. Hal ini pada gilirannya diharapkan dapat mengurangi frekuensi dan tinggi genangan banjir yang selama ini meresahkan warga di Kelurahan Pakemitan dan Cisaranten Wetan, terutama saat musim penghujan puncak.

Keseriusan ini diharapkan bisa menjawab keluhan warga yang telah puluhan tahun berjuang dengan ancaman banjir, sekaligus menjadi upaya preventif untuk meningkatkan ketahanan kota terhadap iklim ekstrem di masa depan. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow