Baca Juga : Sawit Nyasar ke Jabar Baru Numbuh 5 Bulan, Sudah Diminta Tobat dan Ganti Mangga
Ironisnya, meski punya keunggulan absolut, Indonesia hingga kini masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan mentah. Artinya, nilai tambahnya lebih banyak “dipanen” oleh negara lain, sementara Indonesia kebagian lelahnya.
Makky berharap momentum kunjungan Presiden ke Panen Raya tidak berhenti pada demonstrasi alat dan pameran produk, tetapi berlanjut pada kebijakan nyata.
“Harapannya tentu dukungan pemerintah untuk membuka industri hilirisasi gambir di dalam negeri, khususnya di sentra produksi seperti Sumatra Barat dan Sumatra Utara,” katanya.
Kunjungan Presiden Prabowo di Karawang menjadi gambaran kontras wajah pertanian nasional: teknologi canggih sudah dipamerkan, drone sudah terbang rendah di atas sawah, namun urusan hilirisasi masih kerap berjalan lambat di darat.
Panen raya pun terasa lengkap ada mesin pintar, ada produk unggulan, dan ada pula pekerjaan rumah lama yang kembali dipanen setiap tahun.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”













