“Pak Bupati Garut harus mulai melakukan penertiban terhadap kabel-kabel listrik dan internet yang melintang di sepanjang jalan. Kalau tidak segera dilakukan saat ini, saya khawatir kedepannya akan menambah kesemrawutan,” ujar Asep Muhidin, saat dimintai tanggapannya terkait keberadaan kabel-kabel listrik dan internet di sepanjang jalan Garut.
Sebagai akademisi, Asep Muhidin pun memberikan solusinya. Menurut pria yang akrab disapa Asep Apdar tersebut, Pemkab Garut bisa menertibkan keberadaan kabel listrik dan internet dengan membuat satu tiang yang kokoh. Hal itu kata Asep, sebagai langkah awal mengurangi keberadaan kabel-kabel listrik dan internet.
“Kabel-kabel listrik yang membentang di jalanan itu dicantolkan pada beberapa tiang, akhirnya tiang-tiang ini menjadi sumber pertama keberadaan kabel-kabel listrik. Yang saya dengar, satu perusahaan internet memiliki tiang yang berbeda. Akhirnya, pada satu titik terdapat lebih dari lima tiang,” ungkapnya.
Asep menjelaskan, keberadaan tiang-tiang ini sangat beresiko karena terpasang di ruas jalan-jalan. Bukan hanya di jalan berstatus provinsi, namun sampai jalan kabupaten hingga desa dan ke pelosok jumlahnya terus bertambah.
“Keberadaan tiang ini yang menjadi persoalan pertama dari kabel-kabel yang melintang. Tiang-tiang ditempatkan di ruas jalan, sehingga bisa berakibat fatal jika salah satu tiang itu roboh dan melintang ke jalan,” jelasnya.
Tiang dan Kabel Listrik yang Rusak Bisa Mengakibatkan Korban Jiwa
Asep Muhidin menegaskan, keberadaan ting-tiang dan kabel-kabel listrik dan internet yang melintang di sepanjang jalan bisa menimbulkan akibat, bahkan bisa menimbulkan korban jiwa.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues













