“Upaya deteksi dilakukan melalui skrining ketat di rumah sakit,” kata Leli.
Baca Juga : Super Flu Ngintip Jabar, Warga Diminta Rajin Cuci Tangan dan Jangan Sok Kebal
Secara nasional, sub-clade K bukan isu kecil. Sejak Agustus 2025 hingga akhir Desember, Kementerian Kesehatan mencatat 62 kasus di delapan provinsi. Jawa Barat masuk tiga besar bersama Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Data surveilans menunjukkan kelompok rentan didominasi perempuan (64 persen), dengan kelompok usia terbanyak anak-anak 1-10 tahun (35 persen).
Dari 843 spesimen positif influenza A secara nasional, 172 merupakan tipe A(H3), dan 62 di antaranya adalah sub-clade K alias varian yang bikin nama “Super Flu” terdengar lebih sangar dari gejalanya.
Meski tren nasional dilaporkan menurun dalam dua bulan terakhir, Dinkes Garut mengingatkan masyarakat agar tidak keburu santai. Warga diminta segera memeriksakan diri jika gejala flu tak membaik dalam tiga hari, apalagi disertai demam tinggi atau sesak napas.
“Vaksinasi influenza tahunan tetap jadi tameng utama, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid,” pungkas Leli.
Singkatnya, Super Flu memang belum tercatat singgah di Garut. Tapi selama alat konfirmasi masih jauh di provinsi, status “aman” ini lebih mirip klaim berbasis antrean menunggu giliran virus diperiksa, bukan menunggu virus datang.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











