“Pengabdian tidak harus selalu besar dan viral, tetapi harus tulus. Dari kegiatan sederhana hingga program berskala luas, semuanya lahir dari semangat yang sama yaitu memberi hati dan melayani dengan cinta,” katanya.
Nurhayati mengingatkan, selama lebih dari tujuh dekade, IIDI telah berkembang dari sekadar perkumpulan istri dokter menjadi organisasi yang memiliki daya sosial. Tema “Bersatu” tahun ini, kata dia, menjadi pengingat bahwa kekuatan IIDI bukan pada atribut, melainkan pada solidaritas.
“Dalam persatuan, kita menemukan kekuatan menghadapi tantangan. Pengabdian adalah ruh dari setiap langkah IIDI,” tuturnya.
Di tengah masih banyaknya persoalan kesehatan di Garut dari akses layanan hingga literasi kesehatan peringatan HUT ke-71 IIDI menjadi penegasan bahwa ada kelompok yang terus bekerja tanpa sorotan, tanpa target proyek, dan tanpa jeda perjalanan dinas. Seremoninya sehari. Pengabdiannya, katanya, jalan terus.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









