Baca Juga : Garut Waspada Bencana di Tambang, Tapi Toleran Saat Sawah Disulap Jadi Pabrik
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menjelaskan bahwa lokasi kebakaran berada di kawasan strategis pusat kota, tepat di persimpangan Jalan Pramuka dan Jalan Bank. Area tersebut dikenal sebagai deretan toko oleh-oleh dengan aktivitas penggorengan tinggi, menjadikannya wilayah dengan potensi kebakaran serius.
Petugas Damkar menurunkan tiga unit pancar dan dua unit water supply. Sebanyak 24 personel dikerahkan, ditambah cadangan sehingga total sekitar 35 petugas terlibat dalam pemadaman.
“Dengan lima unit itu, kami menghabiskan sekitar 36.000 liter air,” kata Eko.
Berdasarkan laporan awal, api diduga berasal dari kebocoran selang gas pada salah satu alat penggorengan. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Hingga berita ini diturunkan, Disdamkar memastikan tiga kios hangus terbakar, sejumlah kios di sekitarnya berhasil diselamatkan, tidak ada korban jiwa, dan kerugian materiil masih dalam penghitungan. Proses pendinginan telah selesai dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api tersisa.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa dalam situasi darurat, bukan hanya alat pemadam yang harus siap, tetapi juga sistem informasi yang tidak boleh ikut “panik”. Sebab api tidak menunggu sosialisasi selesai dan nomor darurat seharusnya tidak kalah terkenal dari baliho promosi.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












