Chengdong Corporation Lakukan Divestasi Besar-besaran, Kepemilikan Saham BUMI Turun di Bawah 5%
[Locusonline.co] Jakarta – Perusahaan investasi asal China, Chengdong Investment Corporation, telah menyelesaikan rangkaian aksi divestasi besar-besaran atas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam dua pekan terakhir. Total 3,71 miliar lembar saham dilepas oleh investor strategis ini, menurunkan kepemilikannya di perusahaan tambang tersebut di bawah batas pelaporan 5%.
Lini Masa dan Rincian Penjualan
Chengdong, yang merupakan investor tidak langsung atas nama China Investment Corporation (CIC), melakukan penjualan secara bertahap dalam 17 transaksi terpisah, mulai 23 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.
Berikut adalah rekap transaksi kunci yang menggambarkan strategi dan pergerakan harga selama proses divestasi:Tanggal Volume (Juta Lembar) Harga (Rp/Saham) Keterangan 23 Des 2025 524 383 – 386 Awal gelombang penjualan. 24 Des 2025 357.41 366 – 374 Fortasi melanjut. 29-30 Des 2025 809.99 363 – 367 Periode penjualan volume tinggi di kisaran harga stabil. 2 Jan 2026 600 393 – 409 Harga mulai merespons sentimen pasar positif awal tahun. 5-8 Jan 2026 ~1.421 453 – 461 Puncak penjualan di harga tertinggi, mengunci keuntungan. TOTAL ~3,713 363 – 461 Rata-rata tertimbang harga jual: ~Rp 407/saham
Dampak terhadap Kepemilikan:
Sebelum divestasi, Chengdong menguasai 22,27 miliar saham (5,99%). Setelah penjualan 3,71 miliar saham, kepemilikannya turun menjadi 18,56 miliar saham (4,99%). Dengan demikian, Chengdong secara resmi tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham utama (definisi: pemegang >5%), yang mengurangi kewajiban pelaporan transparansinya ke BEI.
Analisis Motif dan Dampak Pasar
1. Kemungkinan Motif Chengdong:
- Profit-Taking Strategis: Rata-rata harga beli historis Chengdong di BUMI diperkirakan jauh di bawah kisaran Rp 400. Dengan harga saham BUMI yang telah mengalami apresiasi signifikan baru-baru ini (mencapai Rp 461), divestasi ini merupakan aksi pengambilan keuntungan (profit-taking) yang sangat logis.
- Rotasi Portofolio Global: Sebagai bagian dari CIC, Chengdong mungkin sedang melakukan penyesuaian strategi investasi global, mengalihkan modal dari sektor tertentu (seperti komoditas) ke sektor atau wilayah lain yang dianggap lebih prospektif.
- Simplifikasi Struktur Kepemilikan: Turun di bawah 5% membebaskan Chengdong dari kewajiban pelaporan setiap perubahan kepemilikan, memberikan fleksibilitas lebih untuk transaksi di masa depan tanpa menjadi sorutan publik.
2. Dampak dan Respons Pasar:
- Resiliensi Harga BUMI: Yang patut dicatat, penjualan besar-besaran ini tidak menyebabkan harga saham BUMI kolaps. Sebaliknya, harga justru bertahan dan bahkan menguat selama periode penjualan (dari Rp 383 ke Rp 461). Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan (demand) dari investor lain sangat kuat, mampu menyerap seluruh pasokan (supply) dari Chengdong.
- Pergeseran Kepemilikan: Saham yang dilepas kemungkinan besar telah diserap oleh kombinasi investor institusional domestik, investor ritel, dan mungkin investor asing baru. Ini bisa menjadi sinyal positif bahwa narasi investasi BUMI (diversifikasi ke mineral baru, prospek harga komoditas) mendapatkan basis pemegang saham yang lebih luas dan terdiversifikasi.
- Sinyal bagi Investor: “Lepasnya status pemegang saham utama Chengdong seharusnya tidak dibaca sebagai sinyal fundamental yang negatif bagi BUMI,” jelas Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research Pilarmas Investindo Sekuritas. “Ini lebih mencerminkan strategi portofolio satu investor. Kuatnya permintaan yang menyerap penjualan ini justru menunjukkan kepercayaan pasar yang berlanjut.”
Prospek Ke Depan dan Rekomendasi
Dengan selesainya tekanan penjualan dari satu pihak besar, jalan untuk pergerakan harga BUMI mungkin menjadi lebih jelas. Fokus investor kini akan kembali ke:
- Kinerja Operasional: Realisasi produksi dan penjualan batu bara serta kemajuan diversifikasi ke logam dasar.
- Harga Komoditas Global: Pergerakan harga batu bara, tembaga, dan seng di pasar internasional.
- Strategi Korporasi: Langkah strategis berikutnya dari Grup Bakrie dan Salim dalam mengelola portofolio BUMI.
Bagi investor yang memegang saham, aksi Chengdong ini bisa dianggap sebagai proses pembersihan (cleansing) overhang yang telah selesai. Bagi calon investor baru, hal ini bisa menjadi kesempatan untuk masuk dengan likuiditas yang lebih baik setelah proses distribusi saham skala besar berakhir.
Keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis fundamental perusahaan dan toleransi risiko masing-masing individu, dengan mempertimbangkan bahwa volatilitas saham komoditas seperti BUMI umumnya tetap tinggi. (**)












